MPASI Hening : Ketika Hening Menolak Untuk Makan

 


Mau ngumpulin dulu nih buibuk yang lagi ingin menangiiiiissss gegara anaknya nggak mau makan ๐Ÿ˜‚☝☝☝☝. 


Sama buibuk, sama. Hening juga lagi sering menolak untuk makan. Kadang ya dia mangap sih. Tapi baru beberapa suap, udahan. Nggak mau makan lagi. Kadang kudu dipancing dulu pake buah biar mau makan lagi. Setelah itu, ya mingkem lagi. 


Kadang ada momen dimana dia mingkem terus. Nggak mau mangap sama sekali. 


Ada juga momen dimana dia mangap kalau disodorin buah dulu, habis itu baru deh disuapin makanan utama. Tapi ya lagi lagi hanya bertahan beberapa suap saja. Setelah itu memonyongkan bibirnya dengan imutnya sambil mendengus sebagai tanda penolakan ๐Ÿ˜‚. 


Rasanya ketika anak menolak makan sedangkan makanannya sudah dimasak dengan sepenuh hati bikin broken heart ya, buibuk. 


Tapi nggak apa-apa. 


Inhale… … Exhale… . .. 


Saya yakin ini hanya sementara saja. Pasti akan ada masa dimana dia bakalan lahap makannya. 


********

Saya pribadi yakin banget kalau Hening tidak mengalami gangguan makan. Karena saat dia masih makan bubur saring, makannya lahap kok. Ya walaupun ada momen dia makannya nggak lahap karena nggak kuat menahan rasa ngantuknya,  terutama di pagi hari ๐Ÿคฃ. Meski di awal MPASI juga saya dan suami struggle banget buat ngasi dia makan. Tapi setelah itu dia mulai menikmati makannya. 


Sedangkan di usianya yang ke 9 bulan ini, Hening lagi naik tekstur. Tentu dia belajar lagi dengan tekstur yang baru. Tekstur yang berbeda dari sebelumnya yang mana kalau sebelumnya dia tinggal lep aja. Sedangkan sekarang dia harus mengunyah terlebih dahulu sebelum menelannya. 


Sehingga saya secara pribadi nggak mau menganggap Hening mengalami GTM atau Gerakan Tutup Mulut alias ora gelem mangan a.k.a menolak untuk makan ๐Ÿ˜‚. Meminjam istilah yang sering digunakan dr. Tan, saat ini Hening lagi naik level dalam proses belajar makannya. 


Oleh karenanya saya pribadi ngingetin diri saya tiap kali ngasi makan Hening agar jangan terlalu berekspektasi. Biar nggak tandukan gaes ๐Ÿคฃ. Ya, walaupun realitanya ketika Hening menolak makan atau hanya makan beberapa suap saja, rasanya tuh pingin menangis sekaligus hati rasanya jengkel gitu ๐Ÿคฃ. Akhirnya proses makan saya akhiri dengan mengajaknya melafalkan do'a setelah makan lalu melengos ke dapur buat naruh piringnya dengan kondisi hati yang jengkel ๐Ÿ˜‚. 


Tapi saya nggak boleh dong terus-terusan begini. Kemudian sampai akhirnya saya dititik, "Alhamdulillah anakku mau makan. Meski hanya beberapa suap". Setiap kali nyuapin saya berusaha untuk tetap happy biar nggak sewot kalau Hening cuma makan beberapa suap. 


*******

Terus saya sok-sok an merenung dan sok-sok an menarik hikmah dari penolakan Hening untuk makan (duileee! Gaya betul lu, Maemunah๐Ÿคฃ) bahwa seharusnya saya tuh bersyukur ketika Hening menunjukkan penolakannya. Nggak yang iya, iya aja. Nggak yang mangap mangap aja. 


Karena menurut saya pribadi, ketika dia menolak berarti dia merasa nyaman untuk menunjukkan apa yang dia rasakan. Sehingga saya seharusnya mengapresiasi dong sikapnya. Bukannya malah jengkel atau kesel karena dia menolak untuk makan. Ya emang dia masih bayi, namun justru inilah latihan bagi saya pribadi dalam menghadapi Hening di fase selanjutnya. 


Hal ini bukan berarti saya terus longgar soal makannya. Ya masak saya mau cuek gitu aja dan self talk, "Gelem alhamdulillah, ra gelem ya wes". Ya, nggak gitu. Melainkan saya tetap ikhtiar agar dia bisa makan sesuai porsinya, namun tetap mengapresiasi proses yang dijalani. 


Karena saya nggak mau kedepannya dia jadi trauma makan. Oleh karenanya bagi saya proses makan sebaiknya berlangsung dengan menyenangkan meski hasil akhirnya nggak sesuai ekspektasi ๐Ÿ˜‚. Tapi nggak apa-apa. Yang penting ada makanan yang sudah masuk, serta makanan yang diberikan adalah makanan yang baik. Hoho. 


Karena memang urusan makan ini nggak hanya sekedar soal nutrisi yang masuk ke tubuh. Melainkan akan mempengaruhi oromotor dan juga pertumbuhan giginya. 


Akan tetapi lagi-lagi proses makan tidak selalu berlangsung mulus seperti teori-teori. Karena kita berhadapan dengan manusia yang sedang belajar. 


Jadi, buibuk nggak apa-apa kalau anak menolak untuk makan. Nggak apa-apa anaknya cuma makan beberapa suap. Karena anak makan lahap ada masanya. Selama berat badannya ada di garis hijau, insyaa Allah aman sentosa. 


Ya emang sih teorinya anak kudu makan sekian banyak agar bla bla bla. Tapi lagi-lagi itu teori, sedangkan manusia adalah makhluk dinamis. Bisa saja yang dia butuhkan nggak sebanyak yang teori katakan. 


Karena bagaimanapun yang namanya MPASI masih berstatus sebagai pendamping, bukan pengganti ASI. Karena statusnya pendamping dan ketika anak menolak untuk diberi makan padat, kita masih punya ASI yang nggak bakal dia tolak ๐Ÿ™ƒ. 


Teringat ketika ikut belajar di Sentra Laktasi Muslimah. Seseorang bertanya soal anaknya yang susah makan padat dan maunya ASI saja. Kemudian Bunda Arit mengingatkan yang kurang lebihnya bahwa fase MPASI adalah fase mengenalkan anak pada adab makan. Nggak hanya sekedar memasukkan nutrisi ke dalam tubuhnya. Begituu.


Oke, udah dulu lah curhatan MamaMia soal Hening yang menolak makan. Walaupun curhatannya ada sedikit rasa Mamah Dedehnya alias muncul jiwa penceramahku ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ. 


Kamu juga masih pening karena anaknya menolak makan? Kuy curhat di kolom komen ๐Ÿ˜‚. 

Posting Komentar

0 Komentar