Ah! You, Corona!



Sejak akhir tahun 2019 lalu, dunia digemparkan dengan kedatangan tamu nggak agung bernama Kak Coro. Ya, ya, maksudnya Corona. Kedatangannya sungguh sangat tiba-tiba dan menimbulkan kekhawatiran di Jagat Rimba Raya ini.

Pada awalnya Kak Coro mengunjungi Wuhan, China. Kemudian menjangkiti banyak sekali manusia di sana. Sehingga banyak orang di Wuhan yang collapse mendadak dan bersamaan.

Tidak sedikit dari mereka yang collapse meninggal dunia. Namun banyak juga dari mereka yang sembuh. 

Tidak hanya China saja yang dikunjungi, namun juga negara lainnya yang ada di Bumi. Termasuk Indonesia tentunya.

Pada awalnya pemerintah Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia masih santai-santai saja menghadapi berita soal Kak Coro. Akan tetapi, ketika Kak Coro mulai mendarat di Indonesia, semua menjadi kalang kabut.

Semua menjadi mulai khawatir.

Kemudian terjadi panic buying dimana-mana.

Hand sanitizer, masker dan desinfektan mulai langka. Sekalipun ada, harga melambung tinggi bak roket lepas landas.

Lalu masyarakat mulai kebanjiran informasi perihal Kak Coro ini.

Lalu mulai timbul juga segala silang sengkarut yang semakin memperunyam keadaan. 

Mulai dari menyalahkan pemerintah yang lamban.

Mengutuk mereka yang keluyuran saat lockdown.

Harga dollar naik tajam.

Mempolitikkan agama.

Anggapan bahwa mereka yang nggak share berita soal covid-19 sama aja nggak perhatian dengan masyarakat.

Ya banyak lah pokoknya.

Namun diatas silang sengkarut tersebut, skuy lah kita banyak berdo'a saja. Semoga yang terkena dapat disembuhkan, yang meninggal semoga husnul khotimah, yang masih sehat semoga selalu dalam kondisi sehat.

Tetap terus berikhtiar untuk menjaga kesehatan diri. Ada baiknya tetap menjaga jarak dari kehidupan sosial untuk meminimalisir penyebaran virus. Kemudian mari kita jadikan kejadian ini sebagai momentum untuk bertafakur kepada Allah.

Bisa jadi memang kita ini sering bodohnya, banyak sombongnya, terlalu angkuh, terlalu takabur. Sehingga ini waktunya kita memohon ampun padaNya.

Kita perlu menyadari bahwa kita ini sangat lemah. Hanya dengan makhluk super super super kecil yang tak kasat mata, kita menjadi sangat khawatir bin cemas. Sampai-sampai ketakutan kita kepada si virus mengalahkan ketakutan kita kepada Allah.

Pasti ada hikmah yang bisa kita petik dari kejadian ini. 

Insyaa Allah, badai pasti berlalu. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah ikhtiar, do'a, tawakkal, dan sabar.

Post a Comment

0 Comments