Nikmatnya Menjadi Perantau

Ayobandung.com


Dulu sebelum menikah, saya selalu berdo'a sama Allah agar saya diberikan jodoh yang jauh dari tempat tinggal saya. Hahah. Yah biasalah, akibat wounded inner child egoisme ku meningkat. Tapi alhamdulillah Allah kabulkan dengan memberikan (insyaa Allah) jodoh yang jauh dari kota kelahiran. Udah gitu kami juga saat ini tinggalnya jauh dari kedua orang tua kami. Sehingga kami bisa fokus dalam membina rumah tangga. Alhamdulillah.

Tapi tantangan paling nikmat bagi seorang perantau jenis kami adalah tiap kali libur lebaran. Kadang suka gegeran mau pulang kemana dulu dan berapa lama. Sayanya pingin kalau mudiknya digilir. Misalkan tahun lalu sudah lebaran di Jombang, maka tahun ini lebarannya di Lombok. Akan tetapi, karena pertimbangan mau nyekar ke makam si kecil di Jombang. Maka kami lebih memilih ke Jombang dulu. Eh,qodarullah jadwal libur lebaran si Mas diluar perkiraan kami. Setelah ditimbang lagi, maka kami memutuskan lebaran di Lombok. Baru deh pulang ke Jombang.

Tahun ini adalah lebaran kedua saya bersama suami. Kalau tahun kemarin dan tahun-tahun sebelumnya, saya mudik dengan menggunakan pesawat. Tahun ini kami putuskan menggunakan kapal laut saja. Selain harga tiket kapal laut jauh lebih murah, juga karena adek saya yang merantau ke Surabaya pulang dengan kapal laut bersama teman-temannya. Sekalian deh saya dan suami ikutan juga. Sesekali merasakan serunya naik kapal laut ramai-ramai dengan para mudikers. Hahaha.

Tahun lalu, saya dan suami riweh banget nyari tiket mudik. Pokoknya kami dengan sabar nungguin harga tiket turun. Eeh, H-1 lebaran, harga tiket turun ke angka 400k+. Langsung dah tuh kita beli. Hahah. Tapi naasnya, tiket balik ke Surabaya ke Lombok yang mahal. Hahah. Kapok dah!

Kalau tahun ini, kami nggak riweh nyari tiket pulang ke Lombok. Karena tiket kapal laut hanya bisa dibeli H-1 keberangkatan. Jadi nanti saya bisa nitip ke adek buat belikan. Lagian belinya nggak ribet juga, nggak perlu bawa bukti fisik KTP. So, kami tinggal kirimin foto KTP aja deh. Heheh.

Menjadi perantau memang selalu membawa kenikmatan tersendiri. Apalagi kalau sudah berkeluarga gini. Kudu nabung dari jauh-jauh hari buat beli tiket dan lain-lain. Tapi selalu seru. Hihi

Post a Comment

0 Comments