Tags

Percakapan Sederhana yang Menjadi Pengingat Diri

 

Suatu pagi, setelah Hening mandi. 


🧕 : Hmm, dek. Ada upil di hidungnya Hening. Ibuk bersihkan dulu ya. 

👧 : Upil. Upil. 

🧕 : Iya, upil. Kotoran hidung. Hening tau nggak kenapa hidung kita bisa kotor? 

👧 : Gak.

🧕 : Karena waktu kita menghirup udara, ada debu ikutan masuk. Tapi debunya disaring oleh bulu hidung. 

👧 : He eh. (Anggep ngerti deh ya) 

🧕 : Maa syaa Allah. Allah hebat ya, dek. Soalnya Allah udah kasi kita bulu hidung. Biar debu nggak masuk ke paru-paru kita. Jadi kita bisa napas dengan baik deh. 

👧 : Iyah. (Menjawab dengan ekspresi wajah happy) 

******************


Percakapan sederhana di atas sungguh menampolku di pagi itu. Karena waktu itu pikiran saya lagi kena gruduk setan-setan sehingga membuat saya jadi mudah kufur bin overthinking lebay bin insecure parah. Kemudian percakapan sederhana tersebut mengingatkan saya betapa Allah tuh sayaaaaaanngg banget pada tiap hambaNya. 


Coba aja deh kalau kita nggak punya bulu hidung. Nggak kebayang dah tuh paru-paru kita sudah dipenuhi oleh partikel debu yang akhirnya bikin kita jadi susah napas. Nggak susah napas lagi deh kayaknya. Bisa kehilangan nyawa juga kali ya.


Kelihatannya sederhana ya dan bahkan terkesan bagian dari hal jorok, tapi kontribusinya terhadap kehidupan manusia tuh besar sekali. Tapi seringkali hal-hal semacam ini nggak disyukuri akibat terlalu fokus dengan sesuatu yang sebenarnya sudah Allah urus. 


Itu baru bulu hidung ya. Belum lagi nikmat dari Allah lainnya yang nggak terhitung jumlahnya.


Seandainya Allah nggak sayang, Allah tuh nggak bakalan mungkin menciptakan manusia dengan amat sangat detail. Walaupun ada orang-orang tertentu mendapatkan kondisi istimewa berupa ketidaksempurnaan fisik, namun sebenarnya terdapat kebaikan di dalamnya. Tapi lagi-lagi yang namanya manusia, seringkali mudah tergoda lalu terjerumus dalam kekufuran. 


Eh, setelah saya baca ulang, kok saya jadi menyalahkan setan ya. Padahal mah kalo bukan karena saya yang mengundang mereka buat dateng, pasti mereka nggak akan bertamu dengan cara grudukan. 


Ckckckckck. 

*************


Padahal juga nih Rasulullah tuh udah ngingetin :


Emang dasar sayanya aja nih yang masih doyan ngundang-ngundang para setan buat bertamu. Iya, saya yang mengundang kok. Bukan mereka yang tetiba datang gerudukan. Akhirnya mereka bertamu terus kan? 


Insecure lagi kan? 


Overthinking lagi kan? 


Merasa tidak berdaya lagi kan?!!!!! 


Huh, dasar saya!! 


Tapi akhirnya saya bersyukur, alhamdulillah, Allah mengusir setan-setan yang bertamu dipikiran saya melalui percakapan sederhana sama Hening. Sepertinya saya harus sering-sering melakukan percakapan jenis ini. Biar nggak mudah kufurnya. Heuheu~

**************


Memang tidak bisa dipungkiri, adakalanya kita berada dititik keimanan terlemah. Kemudian kita jadi mudah sekali kurang bersyukur akan nikmat Allah yang begitu banyak dan luas. Bahkan mungkin kadang kita bisa melakukan hal-hal yang bisa bikin Allah murka. 


Tapi karena Allah tuh baik dan selalu sayang pada hambaNya. Selalu ada aja cara Allah buat ngingetin. Mulai dari cara paling lembut, halus dan sederhana. Sampai cara yang mungkin lebih keras saking nduableg nya kita sebagai manusia. 


Tapi saya rasa Allah tuh nggak akan langsung menegur dengan cara keras sebelum melalui cara-cara yang lembut bin halus. Huhu~


Terima kasih, ya Allah ❤


Emiria Letfiani
A Wife, A Mom, A Storyteller

Related Posts

Post a Comment