Tips Agar Tetap Waras Meski Puasa di Rumah Saja

 


Memasuki puasa hari ke tiga, masih semangat nggak nih, mak? Kudu tetap semangat dong ya. Insyaa Allah saya juga tetap semangat kok (padahal nggak ada yang nanya saya 😜). 


Memasuki tahun ketiga menjalani puasa di masa pandemi. Tentunya nggak mudah bagi banyak orang. Apalagi bagi yang pernah terpapar ya. Pasti kita semua pada kangen ngabuburit tanpa harus takut dengan kerumunan. Tanpa harus menggerutu karena ada yang nggak pake masker. Tanpa harus takut bawa anak untuk ngabuburit. 


Terus kangen juga buka bareng dengan teman di luar. Ah, pokoknya banyak hal yang dikangenin lah pas Ramadhan sebelum pandemi. 


Alhasil banyak dari kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja, termasuk saya tentunya. Apalagi sekarang setelah punya anak rasanya qmikir-mikir mau keluar ngajakin ngabuburit. Tiap sore suasana di jalanan lebih rame dari biasanya. Jadilah kalau mau ngabuburit paling mentok ya ke fasum perumahan. Wkwkkwk. 


Tapi nggak apa-apa. Demi kebaikan bersama mah saya ikhlas, insyaa Allah. 


Biar nggak sumpek dan stay sane karena lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja saat puasa. Mungkin beberapa tips ala-ala saya  ini bisa dicoba ya, bestie! Karena saya juga melakukan hal-hal berikut, makanya berani ngasih tips 😝. 

Membaca Buku


Menurut saya nih ya, membaca buku bisa bikin kita tetap produktif meski di rumah saja. Lagi pula membaca buku kan adalah salah satu aktivitas yang positif ya. Selain itu bisa untuk menambah wawasan. 


Akan tetapi kadang ada momen dimana kita merasa bosan atau malah nggak bisa konsentrasi saat membaca buku. Maka saran saya, pastikan buku yang kamu baca adalah buku yang kamu butuh banget atau buku yang bikin kamu penasaran banget atau buku yang bisa menghiburmu. Karena kalau hanya sekedar baca buku tanpa merasa ada kebutuhan dengan buku tersebut, malah bikin jadi malas untuk membacanya πŸ˜‚. 


Saya pribadi biasanya kalau mau baca buku, saya pastikan buku tersebut adalah buku yang dibutuhkan jiwa saya. Maka saya perhatikan dulu judulnya lalu saya baca resensinya. Biar makin yaqueen 🀣

Menulis


Sejak kecil saya suka sekali menulis. Tapi saya nggak pernah bercita-cita menjadi penulis. Karena bagi saya menulis adalah cara saya memperingan beban pikiran dan hati saya. 


Apalagi sejak selesai membaca buku The Whole-Brain Child, saya jadi makin sering menulis. Soalnya sejak selesai melahirkan saya mengalami gejolak emosi yang luar biasa. Sehingga saya butuh tempat untuk melampiaskan isi hati dan pikiran saya. 


Setiap kali menulis saat sedang merasa terbebani atau overthinking, saya selalu mendetailkan perasaan saya atau permasalahan saya saat itu. Dengan demikian sampah yang menumpuk di pikiran dan hati bisa lumayan berkurang. 


Selain itu saya juga ikutan tantangan Ramadhan dari Blogger Perempuan. Biar lebih produktif buat nulis dan mengunggah tulisan di blog. Biar blognya nggak bersarang juga sih 🀣 

Tilawah alQur'an


Nah, ini sih yang nggak kalah pentingnya yaitu berinteraksi dengan alQur'an dengan bertilawah. Apalagi bertilawah di bulan nan suci ini ya. Siapa tau bikin kita jadi makin dekat dengan Allah dan makin cinta padaNya. 


Karena bagaimanapun guidance utama kita adalah alQur'an, bukan yang lain. 


E, tapi tilawahnya jangan pas Ramadhan doang ya. Setelah Ramadhan ya kudu dilanjut dong πŸ˜‚. 


Bagi saya, terserah aja mau tilawah setengah lembar, selembar atau dua lembar sehari. Namun yang terpenting adalah bagaimana agar pesan cintaNya tersebut bisa nyampai ke hati. Insyaa Allah~

Ikut Kajian Online atau Menyimak Kajian via Youtube


Nah, mendengarkan kajian juga penting sih menurut saya. Selain untuk menambah wawasan. Juga semoga bisa menjadi wasilah agar Allah menambah keimanan kita. 


Kalau saya bisanya dengerin kajian Filsafatnya Pak Fahruddin Faiz atau nggak denger Cak Nun πŸ˜‚. Tapi ya gitu. Sejak punya anak dengerinya disambi momong. Hihi


Ya, namanya juga mengejar ridhoNya. Apapun dilakukan asal nggak bikin Allah marah. Hihi

Menikmati Waktu Bersama Keluarga


Ini nih yang nggak kalah penting juga ya. Pandemi ini mengingatkan kita banget bahwa setiap detik bersama keluarga sangatlah berharga. Maka lebih baik nikmati setiap detik yang berjalan bersama keluarga. Meski menjalani Ramadhan nya di rumah saja. 


Nggak apa-apa nggak bisa ngabuburit ke luar rumah. Asal dirumah saja bersama keluarga dan bisa seru seruan. Itu adalah nikmat luar biasa yang nggak bisa diulang lagi. 


Ya, kira-kira begitulah tips sederhana ala MamaMia biar tetap waras meski puasa di rumah saja. Kalau kalian bagaimana, bestie? 


Posting Komentar

0 Komentar