Lulusan Bunda Salihah Menuju Ekosistem Ibu Pembaharu


Sejujurnya saya iri banget melihat teman-teman seperjuangan saat belajar di Institut Ibu Profesional sudah pada wisuda Bunda Salihah. Tapi juga sekaligus senang karena kegigihan mereka untuk berjuang sampai akhir. Walaupun tentu kelas Bunda Salihah bukan akhir dari segalanya.


Akhirnya pada momen 1 dekade Ibu Profesional berhasil meluluskan sekitar 400an peserta Bunda Salihah yang pertama. Oleh karenanya Selebrasi Bunda Salihah diadakan saat Konferensi Ibu Pembaharu tanggal 17 Desember 2021 kemarin.


Wah, kok lama banget setelah 10 tahun baru meluluskan Bunda Salihah? 


Kalau menurut saya ya karena Bu Septi dan tim sedang benar-benar mematangkan konsep pembelajaran di komponen institut. Namun terbukti ya, meski baru meluluskan peserta Bunda Salihah materi yang dipelajari di tiap kelas benar-benar oke banget dengan metode belajar yang menyenangkan.


Sudah wisuda Bunda Salihah bukan berarti mereka berhenti belajar lho ya. Karena ternyata setelah mereka selesai belajar di kelas Bunda Salihah, para peserta akan masuk ke ekosistem baru yang disebut dengan ekosistem Ibu Pembaharu. Nantinya disana mereka akan ditempa oleh para expertise yang bekerjasama dengan Ibu Profesional untuk menjadi Ibu Pembaharu.


Opening Selebrasi Bunda Salihah

Oh, namun ternyata tidak semua lulusan Bunda Salihah secara otomatis masuk ke ekosistem Ibu Pembaharu. Karena mereka harus melalui proses seleksi terlebih dahulu. Jika lolos, maka tentu akan masuk ekosistem tersebut. Bagaimana jika tidak lolos? Oh, tenang! Kata Bu Septi saat Selebrasi Bunda Salihah, yang tidak lolos sudah disediakan tempat dong 🀩. Tentunya di Ibu Profesional, nggak ada istilah eliminasi lalu angkat koper dan pulang πŸ˜‚.


Opening Selebrasi Bunda Salihah

Dari tadi saya beberapa kali menyebutkan Bunda Salihah. Mungkin beberapa dari temans yang baca artikel ini masih asing ya dengan istilah tersebut.


Oke, mari sini ku jelaskan sekilas saja.


Berkenalan dengan komponen Institut Ibu Profesional

Pada artikel sebelumnya saya pernah bercerita bahwa di Ibu Profesional ada beberapa komponen belajar, salah satunya adalah komponen institut. Nah di komponen institut ini, terdapat beberapa kelas diantaranya adalah Matrikulasi, Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif dan Bunda Salihah.


Tentunya member nggak bisa milih mau belajar di kelas mana. Karena tiap member yang memutuskan masuk di komponen institut harus belajar mulai dari kelas Matrikulasi dulu. 


Member juga nggak harus kok langsung melanjutkan ke kelas selanjutnya setelah menyelesaikan kelas sebelumnya. Member boleh mengambil jeda dan melanjutkan  ke jenjang selanjutnya ketika sudah siap.


Untuk info lebih lengkap tentang Institut Ibu Profesional, temans bisa mengunjungi booth komponen Institut di SKUI (Semesta Karya Untuk Indonesia) Hall. Atau temans juga bisa intip-intip di instagram official Institut Ibu Profesional atau di website Institut Ibu Profesional


Ngomong-ngomong, media sosial Ibu Profesional dan Institut Ibu Profesional berbeda ya. Hihi


Untuk mendaftarkan diri menjadi member Ibu Profesional, temans bisa langsung mengunjungi booth SekNas (Sekretaris Nasional) di SKUI Hall acara Konferensi Ibu Pembaharu ya. Tentu sebelum masuk ke komponen Institut, nantinya temans ikut kelas foundation dulu sebagai bentuk perkenalan dengan Ibu Profesional beserta nilai-nilai yang kita miliki.


Info pendaftaran Ibu Profesional

Belajar di Ibu Profesional insyaa Allah nggak bikin pening kok. Karena metodenya dibikin seperti game agar member belajar dengan gembira.


Mempersiapkan peserta Bunda Salihah menuju Ekosistem Ibu Pembaharu

Setelah berkenalan dengan istilah Bunda Salihah dan komponen Institut, mungkin ada yang bertanya juga Ibu Pembaharu ini apaan? 


Sependek yang saya pahami, Ibu Pembaharu adalah ibu yang telah disiapkan untuk menjadi solusi di masyarakat. Oleh karenanya nih member di komponen Institut benar-benar disiapkan secara matang untuk menjadi Ibu Pembaharu. Sehingga materi belajarnya pun daging banget dah.


Persiapan untuk menjadi Ibu Pembaharu pun bukan dimulai dari kelas  Bunda Salihah, justru persiapannya ya sejak memasuki kelas Matrikulasi. Terjun aja deh dulu ke komponen Institut, nanti juga paham maksud saya πŸ˜‚.


Makanya nih ya kalau dari obrolan Mantika Dian dan Ibu Septi saat acara selebrasi, di Bunda Salihah para member diajak untuk mencari masalah dan mengumpulkannya dalam bank masalah. Mungkin terdengar seperti pencitraan ya. Tapi ya emang kenyataannya diajak nyari masalah dan kudu berbinar ketika menghadapinya πŸ˜‚. 


Oleh karenanya salah satu nilai yang disampaikan Ibu Septi di kelas Bunda Salihah adalah love your problem! It's okay to do what you love. But the secret of life is love what you do.



Kok nilai yang diberikan kayak gitu sih?


Menurut Ibu Septi, semua masalah yang datang ke kita itu adalah peluang besar untuk kita menciptakan perubahan. Mungkin bagi beberapa orang terasa aneh ya. Namun setelah saya pikir-pikir ya benar juga.


Ketika Ibu Septi menyampaikan hal tersebut, saya jadi keinget dengan seorang teman saya yang menghadapi masalah yang ga sepele. Sampai-sampai dia harus ke psikolog saking stresnya dengan masalah yang dia hadapi. 


Namun akhirnya masalah itu yang membuat ia dapat menemu-kenali bibit yang tertanam dalam dirinya. Kemudian ia membuka usaha untuk menumbuhkan dan mengembangkan bibit tersebut. Sampai akhirnya usaha tersebut sekarang berkembang dengan baik dan dapat memberi peluang kerja bagi orang lain. Bonusnya pun hidupnya makin happy.


Bukan karena uang yang dia hasilkan dari usaha tersebut. Bukan! Melainkan dari manfaat yang dia dapatkan untuk ruhaninya dan manfaat yang dapat ia beri untuk orang lain.


Oleh karenanya nih Ibu Septi selalu mengajak para member untuk switch ketika ingin mengeluh saat dihadapi masalah. Sehingga kalau dapat masalah jangan fokus ke masalahnya, namun fokus pada solusinya.


Duhlah, nulis ini berasa nasehati diri sendiri 🀣🀣🀣.


Terus kerennya lagi nih. Member Bunda Salihah sudah diberikan perbekalan seperti theory of change, risk management, dan the logic of model untuk menjadi Ibu Pembaharu. 


Keren banget nggak tuuh? Udah kayak orang kuliah beneran yak? Eh tapi kok dari bahasanya kayak susah gitu materinya?


Hmm, tenang! Materi-materi yang dibayangan kita kayak njelimet gitu, akan dijelaskan dengan mudah dengan contoh yang sering kita temukan di keseharian 🀩.


Perbekalan lainnya yang Ibu Septi berikan di kelas Bunda Salihah adalah agar peserta tetap tenang dan sabar. Ketika dihadapi masalah, kudu mencari akar paling fundamental dari masalah tersebut. Agar nantinya solusi yang diberikan juga tepat dan bisa berkelanjutan.


Keren kan? 


Oleh karenanya belajar di Institut Ibu Profesional nggak ada ujungnya. Kalau kata Ibu Septi, belajarnya akan usai ketika nafas terakhir sudah dihembuskan. 


Maa syaa Allah, sebuah reminder yang nampol banget agar terus belajar 😒.


Hmm, saya jadi penasaran nih akan ada kejutan seperti apa dari para Ibu Pembaharu 🀩🀩🀩.


Ngomong-ngomong, jangan lupa ikutan acara-acara keren di Konferensi Ibu Pembaharu ya. Bagi yang belum punya tiket, ada acara yang disediakan untuk umum lho 😍.


Yuk yuk, jangan sampai kelewatan 😘.


Posting Komentar

0 Komentar