Pelajaran Lupa



Hari Kamis lalu, ketika saya mengikuti kegiatan tarjim rutin, pak Ustad menyampaikan 'sesuatu' yang qodarullah pernah saya alami. Pinginnya sih saya bercerita soal pengalaman saya juga, tapi saat itu juga saya mendadak lupa selupa-lupanya. Lupanya, lupa banget. Benar-benar saya tidak ingat sama sekali 不.


Padahal 'sesuatu' itu adalah hal yang harusnya saya ingat seumur hidup. Tapi disaat itu, saya mendadak lupa dengan 'sesuatu' itu. Padahal saya udah coba mengingat keyword nya, coba membolak-balik halaman dimana 'sesuatu' itu berada. Tapi nggak ketemu juga.


Akhirnya saya mengurungkan niat untuk bercerita pengalaman saya. Untungnyaaaaa saat itu saya nggak keceplosan mau bersuara. Akhirnya saya hanya diam menyimak pak Ustad dan buibuk berdiskusi terkait 'sesuatu' itu.


Biidznillah, beberapa jam kemudian setelah tarjim selesai, saya mendadak teringat satu keyword yang berkaitan dengan 'sesuatu' itu. Langsung deh saya coba cari daaaaaannnnn….


Voilaaaaa…..


KETEMU!!!!!


不不不不不不不不不不


Satu sisi saya rasanya pingin ketawa guling-guling. Tapi sisi lain saya mendadak serasa ditampar dan digebuk 不不.


"Oh ya Allah, tibaknya Njenengan melarangku bercerita soal 'sesuatu' itu ke orang lain thoooo", pikir saya dengan pwuedwuenyaaaa 不不不不.


Sini keplak dulu siniii…



Mungkin ada yang bingung dari tadi saya menyebut 'sesuatu' mulu tanpa menjelaskan itu apa. Hmm, ya ini rahasia lah pokoknya. Nggak usah disebut, khawatir malah saya nya jadi riya' 不不.


Baru kali ini saya benar-benar mensyukuri kelalaian saya. Biasanya saya kalau lupa dengan sesuatu bisa nggondok seharian. Tapi tidak dengan kali itu. Saya amat sangat bersyukur banget.


Bisa jadi itulah cara Allah menjaga hati hambaNya biar nggak apaaaaaa?


Biar nggak suombuonk! 不不


Tentu ini hanya pendapat saya pribadi dari menghikmahi sebuah peristiwa ya. Karena kadang lupa ini kan penyakit yang kudu dikurang-kurangi. Tapi katanya lupa pun juga perlu disyukuri, karena pastiii ada pelajaran baik dibaliknya. Allahu a'lam bishowab…


Tapi tergantung juga lupanya dalam hal apa dulu .


Jadi nggak apa-apa kok lupa. Asalkan dihikmahi dengan baik dan tidak kecemplung 2 kali .


Tapi semoga pelajaran berharga (menurut saya dong tentunya) ini nggak akan saya lupakan. Biar saya tetap stay cool menghadapi kelupaan dan juga biar hati tetap terjaga. Tsaaahhh..


Ngemeng apa sih saya 不不不


Bhay!

Post a Comment

0 Comments