Your Imaan Won't Erase Your Problems Away

 


Pagi ini saya nonton, mendengarkan dan berusaha memahami salah satu ceramahnya Nouman Ali Khan yang berjudul Overwhelmed. Untung ada terjemahan bahasa Indonesia nya. Jadi saya nggak roaming amat pas nonton ๐Ÿ˜‚.


Entah kenapa setiap kali habis mendengarkan ceramahnya Pak Nouman, rasanya saya pingin guling-guling ke Amerika. Wkwkw. Mayaan bisa say hello ke Patung Liberty ๐Ÿ˜‚ #PaanSih!


Karena entah menurut saya, hal-hal fundamental dalam Islam yang disampaikan oleh Pak Nouman itu sebenarnya sederhana banget. Tapi praktiknya tidak sesederhana yang kita tahu ๐Ÿ˜‚. Mungkin disitu letak nikmatnya proses menjalani kehidupan di dunia kali ya, ketika kita berjuang melawan godaan setan dalam diri ๐Ÿ™ˆ. 


Oleh karenanya saya rasa kita perlu bersyukur pada Allah karena memberikan penangguhan pada setan untuk mengganggu manusia. Coba kalau mereka semua dipasung, paling hidup kita di dunia ya gitu-gitu aja ๐Ÿคฃ #SokTahu


Struggling with the Hardship

Dalam surah al-Balad ayat ke 4, Allah berfirman :


ู„َู‚َุฏْ ุฎَู„َู‚ْู†َุง ุงู„ْุฅِู†ْุณٰู†َ ูِู‰ ูƒَุจَุฏٍ


"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah."

(QS. Al-Balad 90: Ayat 4)


Pak Nouman di dalam ceramahnya mengingatkan kita melalui firman Allah tersebut, bahwa namanya kita hidup di dunia nih pasti ada kesulitan demi kesulitan yang akan kita alami. Karena Allah sendiri memang sudah merancang kehidupan dunia dengan kesulitan. Ya kalau hidup isinya mudah semua ya nanti di Surga atulah cingu ya~ ๐Ÿคฃ.


Mungkin kita melihat ada orang yang hidupnya secara finansial udah OK banget. Kesannya kayak hidupnya udah enak banget lah. Tapi bisa jadi dia punya masalah emosi ataupun kesehatan mental. Karena pada akhirnya setiap orang pasti akan berjuang untuk menghadapi kesulitannya masing-masing. 


Lagian nggak ada juga sih orang yang hidupnya sans aja kayak di pantai ๐Ÿคฃ. Meskipun kayak Rapi Amat yang hartanya berlimpah, bisa beli barang mewah, bisa jalan-jalan ke Antartika juga pasti ada masalah yang dia hadapi. 


Nah tapi untuk bisa ridho sama kesulitan yang kita hadapi kan nggak pernah mudah ya. Kita tahu kalau dalam hidup pasti ada aja masalah yang akan dihadapi. Tapi kesulitan akan terasa nikmat jika kita mampu ikhlas menerimanya.


Nah, itulah kenapa kita perlu banget membangun kedekatan dengan Allah agar kita kuat dan ridho dalam menjalani apapun itu kesulitan ataupun badai dalam hidup. Sehingga shalat menjadi salah satu jalan fundamental untuk membangun kedekatan dengan Allah.


Dalam ceramahnya Pak Nouman mengingatkan fungsi fundamental dari shalat yaitu untuk membangun hubungan dengan Allah. Sedangkan dalam surah al-Fatihah yang kita baca setiap raka'at dalam shalat adalah bentuk do'a sekaligus percakapan antara diri kita dengan Allah.


Ii, maa syaa Allah, romantis banget nggak sih ๐Ÿ˜ญ.


Your Imaan Won't Erase Your Problems Away

Kadang nih ya mungkin ada diantara kita yang beranggapan bahwa semakin beriman akan semakin mengurangi masalah. Tapi sebenarnya tidak begitu. Masalah tidak memandang orang itu beriman atau tidak. Sedangkan keimanan itu sendiri tidak untuk menyingkirkan masalah. Karena Rasulullah S.A.W yang keimanannya luar biasa baik, hari-harinya diterpa oleh masalah demi masalah. 


Hayo lho~


Sehingga Pak Nouman mengingatkan dalam ceramahnya bahwa hidup itu memang untuk berjuang karena masalah adalah bagian dari hidup. Masalah tidak untuk diratapi ataupun dikutuk kehadirannya, melainkan untuk dihadapi dengan penuh keikhlasan. 


Oleh karenanya kenapa Allah menginstall keimanan dalam diri setiap manusia adalah untuk memperkuat diri kita melewati badai kehidupan. Seberat dan sebesar apapun badai yang menerpa, selalu ingat bahwa ada Allah yang Maha Besar dan Maha Pengasih yang akan memberi kita kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi badai tersebut.


Kita merasa sedih saat diterpa masalah, nggak apa-apa kok. Asal jangan diratapi. Contoh nyata yang Allah abadikan di dalam alQur'an adalah ayahanda Nabi Yusuf a.s., Nabi Ya'qub a.s. Diceritakan di dalam alQur'an bahwa mata Nabi Ya'qub sampai memutih karena kesedihannya atas kehilangan Nabi Yusuf a.s. Namun beliau berserah pada Allah dengan penuh keikhlasan. Selain itu, kehilangan anak terkasihnya tidak sedikitpun mengurangi keimanannya pada Allah.


Selain itu juga Allah sudah mengingatkan kita dalam QS. Fussilat bahwa :


ุฅِู†َّ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู‚َุงู„ُูˆุง ุฑَุจُّู†َุง ุงู„ู„َّู‡ُ ุซُู…َّ ุงุณْุชَู‚ٰู…ُูˆุง ุชَุชَู†َุฒَّู„ُ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ُ ุงู„ْู…َู„ٰุٓฆِูƒَุฉُ ุฃَู„َّุง ุชَุฎَุงูُูˆุง ูˆَู„َุง ุชَุญْุฒَู†ُูˆุง ูˆَุฃَุจْุดِุฑُูˆุง ุจِุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ุงู„َّุชِู‰ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชُูˆุนَุฏُูˆู†َ


"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu."

(QS. Fussilat 41: Ayat 30)


Kalimat "Tuhan kami adalah Allah" bisa menjadi penguat kita bahwa Allah akan selalu bersama kita dalam keadaan apapun. Allah yang akan memberi terang, Allah yang akan menyampaikan tenang melalui hembusan angin, Allah menurunkan kekuatan dari langit untuk kita.


Karena memang hanya Allah yang bisa melakukan itu. Seperti yang Allah kisahkan dalam Surah al-Qasas tentang ibunda Nabi Musa. Jika bukan karena Allah yang meneguhkan beliau, mungkin beliau tidak akan sekuat itu melepas anak terkasihnya. Beliau juga tidak akan setegar itu ketika melihat Musa kecil didekap oleh istri Fir'aun. Jika bukan karena rahmatNya juga, mungkin beliau bakalan ngasi tau kalau Musa adalah anaknya.


Oleh karenanya, satu-satunya cara untuk bisa tegar menghadapi segala masalah dalam hidup ya harus mendekat kepada Allah. Tapi bukan berarti kita datang hanya ketika ada masalah ya ๐Ÿค—. 


Realita tidak akan pernah berubah. Masalah pasti akan selalu ada. Tapi kita yang harus mengubah diri kita, memperbaiki diri kita secara terus menerus. Dan terus berserah diri kepada Allah, Sang Pemilik Hidup.


Ceramah dari Pak Nouman ini benar-benar menjadi reminder untuk diri saya pribadi yang masih sering dan mudah putus asa ๐Ÿ˜‚. Memang hidup itu harus penuh kesadaran, biar selalu sadar akan kehadiranNya dan pertolongan dariNya.


Bhaique, sekian catatan dari ceramah Pak Nouman Ali Khan. Semoga ada manfaat yang bisa diambil ya temans. Jika ada yang keliru, mohon dikoreksi.


Chaw~

Post a Comment

0 Comments