Jadikan Penantianmu Bermakna



Tiba-tiba pagi ini saya teringat dengan cerita  Pak Kahar. Beliau adalah alumni S3 di ITS dan juga dosen di salah satu universitas di Solo. 


Ceritanya pas waktu kita gladi resik wisuda, September 2017, beliau duduk jarak 1 kursi dari saya. Sedangkan ditengah-tengah kami ada kakak tingkat saya yang barengan lulus.


Waktu itu Pak Kahar bercerita banyak sekali tentang anaknya yang introvert dan visual. Jika anak-anak lain saat jam istirahat biasanya pada keluar kelas, anaknya Pak Kahar ini nggak. Anaknya lebih suka asik menggambar di kelas daripada keluar kelas. 


Pun di rumah juga seringkali dia asik dengan dunianya. Pak Kahar melihat itu sebagai potensi anaknya. Tapi beliau nggak sekedar membiarkan begitu saja. Beliau mencoba mengajak anaknya untuk membuat eksperimen dan kegiatan lainnya yang membuat anaknya lebih aktif bergerak. Efeknya si anak juga jadi lebih aktif bertanya. Heuheu.


Kemudian ceritapun berlanjut ke pengalaman beliau menanti kehadiran seorang anak. Qodarullah, Pak Kahar diberikan waktu pacaran yang cukup lama, yaitu sekitar 7 atau 9 tahun gitu. Saya juga lupa.


Tapi Pak Kahar dan istri nggak menyerah begitu saja. Beliau dan istri memanfaatkan masa penantiannya dengan belajar parenting. 


Dalam pandangan saya, hal tersebut menjadi salah satu ikhtiar beliau berdua untuk merayu Allah. Beliau menunjukkan kepada Allah bahwa beliau dan istri memang pantas untuk diberikan amanah. Sehingga ketika amanah tersebut datang, beliau berdua nggak yang gelagapan amat dalam menjalani hari-harinya bersama anggota baru di keluarganya.


Dari cerita Pak Kahar tersebut saya belajar, bahwa kita perlu untuk mengisi penantian kita dengan makna. Jangan sampai kita berputus asa terhadap rahmatNya. Kalau memang pingin punya anak atau ingin dipertemukan dengan jodohnya (bagi yang belum menikah), ya tunjukkan kalau memang kita pantas mendapatkan amanah tersebut.


Bikin Allah terharu dengan ikhtiar kita πŸ™ƒ.


Penantian adalah Bentuk Penyelamatan Jiwa


Hope
hopegrows.net

Entah ya, ini menurut saya pribadi. Bagi saya, penantian akan jodoh atau anak itu adalah bentuk penyelamatan bagi jiwa. 


Kenapa bisa begitu?


Karena bisa mungkin Allah pingin kita menyelesaikan masalah-masalah yang mengganggu hati dan pikiran kita. Atau mungkin Allah pingin kita belajar untuk terus berprasangka baik padaNya. Mungkin juga Allah pingin kita terus meningkatkan kualitas diri kita.


Allahu a'lam. 


Karena kita bisa melihat ada banyak lho orang yang sudah menikah usia muda misalnya. Awalnya sih kelihatan romantis. Tapi lama-lama terjadi kegoyahan di dalam rumah tangganya yang bahkan bisa berujung perceraian. 


Ada juga orang yang sudah diberikan amanah berupa anak lebih cepat. Tapi tidak dididik dengan baik dan bahkan menyia-nyiakan kesempatannya menjadi orang tua.


Namun kedua contoh tersebut -menurut saya- bukan berarti mereka tidak terselamatkan jiwanya. BUKAN. Melainkan mereka adalah orang-orang yang sedang diuji jiwanya. Ujian juga adalah rahmat. Tapi untuk membuat rahmat tersebut menjadi berkah atau adzab, itu tergantung kita.


Selain itu juga hal tersebut juga bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita yang sedang menanti.


Insyaa Allah.


Jadikan Masa Penantianmu Bermakna


Hope
Pitcuresquote.com

Seperti ceritanya Pak Kahar, beliau mengisi masa penantiannya dengan belajar parenting. Sehingga ketika amanah itu sudah datang, beliau minimal sudah punya pengetahuan bagaimana mengasuh dan mendidik amanah tersebut.


Maka jika kamu sedang menanti seorang jodoh, isilah masa penantianmu dengan belajar tentang pernikahan atau hal bermanfaat lainnya. Agar ketika Allah sudah mempertemukanmu dengan jodohmu, minimal kamu sudah memiliki pengetahuan tentang pernikahan.


Pun jika kamu menanti datangnya anak (seperti saya), maka isilah penantianmu dengan belajar parenting misalnya atau hal bermanfaat lainnya. Sehingga Allah bisa melihat bahwa memang kamu pantas untuk dititipkan amanah.


Jangan pernah melupakan pilar ikhtiar-do'a-tawakkal-sabar-syukur dalam harapan-harapan kita. Sehingga kita bisa terhindar dari keputusasaan. 


Namun jika mulai merasa putus asa, ingat-ingat firman Allah ini :


"Ketetapan Allah pasti datang, maka janganlah kamu meminta agar dipercepat (datang)nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan."

(QS. An-Nahl 16: Ayat 1)


Selain itu ingat-ingat juga bahwa hanya orang yang tersesat yang berputus asa dari rahmatNya πŸ™ƒ.


Segala sesuatu itu memiliki waktunya sendiri. Kita nggak bisa mempercepat atau memperlambat kedatangannya. Namun yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar sebaik mungkin dan mempersiapkan diri semaksimal mungkin 😊.


Emang sih tantangannya selama menanti itu banyak, terutama omongan orang lain. Namun semoga Allah menguatkan hati kita, melapangkan pikiran kita dan meneguhkan keimanan kita. Insyaa Allah.


Jika amanah tersebut sudah datang, jangan sampai kita ke GR an dengan beranggapan bahwa semua itu adalah hasil ikhtiar keras kita. Melainkan semua itu terjadi karena kemurahan hatiNya. Ikhtiar kita adalah wasilah dari kehadiran amanahNya 😊.


Tetap semangat ya, teman-teman. Teruslah berikhtiar, berdo'a, lalu bertawakkal lah dengan penuh kesabaran dan rasa syukur. 


Buat Allah terharu dengan kegigihan kita dan jadikan masa penantian kita penuh makna 😊.


Post a Comment

1 Comments

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga mendapatkan manfaat. Barakallahu 😊