Manfaat Merajut untuk Kesehatan Jiwa




Pada awal tahun 2018 lalu, saya iseng-iseng untuk belajar merajut. Jangan kira saya belajarnya di tempat kursus, melainkan saya belajar secara otodidak dengan melihat tutorial di Youtube.


Setelah dicoba-coba, ternyata lumayan gampang juga πŸ˜†. #Zhombhonk!


Nggak kok, yang mudah sebenarnya ketika membuat rantainya dan juga jenis crochetnya. Tapi kalau sudah berurusan dengan ragam pola, ya wassalam deh saya. Apalagi kalau yang motifnya susah-susah. Saya langsung say bye bye dan lebih memilih untuk menggunakan yang simple-simple. Wkkkwk


Setelah lebih dari 2 tahun merajut, ternyata ada banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan.


Apa sajakah itu? Cikidooottt.


#1 Latihan Sabar

Crocheting
 Medium.com


Sejujurnya saya ini orangnya serampangan banget. Nggak sabaran banget. Kalau ngerjakan sesuatu maunya cepat-cepat selesai. Tapi semenjak belajar merajut, saya merasa merajut ini menjadi media bagi saya untuk berlatih sabar. 


Contoh kecil adalah ketika membuat tote bag misalnya. Kelihatannya gampang aja gitu ya bikinnya. Hanya menggunakan double crochet dari awal sampai akhir. Tapi untuk bisa menyelesaikannya kok rasanya lamaaaaaaaaaaaaaaa banget πŸ˜†πŸ˜†. 


Seringkali saya mengeluh, "ini kapan selesainya sih?! Kok nggak selesai-selesai rasanya".


Kemudian suami saya menimpali, "Sabar! Dinikmati saja gitu lho. Jangan dikeluhkan. Ntar juga selesai".


Wkwkw. Wuhuuu, dasar aku! 


Terus nih ya yang nggak kalah melatih sabar adalah ketika ada stitch yang salah setelah melewati banyak row. Itupun salahnya hanya 1 atau 2 stitch (Duh, duh, maaf banyak istilah yang sulit untuk disederhanakan). Ini bikin gregetan dan ingin menangis serta ingin putus asa saja πŸ˜†.


Ya, gimana nggak pingin nangis. Udah merajut sampai banyak baris, eeeh harus bongkar lagi hanya karena ada 1 atau 2 stitch yang salah πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†. Sebuah luka tak berdarah tapi sakiiiittttttnya minta amplop 🀣🀣🀣🀣🀣.


Oleh karenanya, merajut ini benar-benar menjadi media untuk berlatih sabar untuk saya pribadi. 


Ketika rajutan nggak kunjung kelar padahal sudah dikerjakan dari pagi, saya harus mengerjakannya dan menikmatinya.


Ketika ada stitch yang salah dan harus bongkar banyak, saya juga harus sabar. Sambil diketawain aja. 


Biar apaaaaaa??


Biar nggak sambaaaaat ae 🀣🀣🀣🀣.


#2 Latihan Konsisten


Crochet
Realhomes.com

Duh, ini sih yang paling berasa banget selama merajut. Latihan untuk konsisten. 


Kok bisaaa?


Ya, dibisa-bisa in saja kalau saya mah 🀣. Tapi beneran kok, teman-teman. Ketika merajut kan besar loop dan tinggi stitch nya itu harus sama dari awal sampai akhirnya. 


Misal nih saya menggunakan stitch half double crochet dari awal sampai akhir, tarikan benangnya ya harus sama antar stitch nya. Jangan sampai ada yang lubangnya kebesaran ada yang kesempitan. Nanti jadinya nggak bagus. Hohoho.


Dari sini jadi terlihat ya betapa konsistensi itu penting sekali dalam kehidupan. Ketika kita konsisten dalam melakukan sesuatu yang baik, kemudian ditingkatkan, maka akan baik juga hasilnya untuk diri kita. Insyaa Allah begitu.


#3 Terapi Jiwa


Crocheting
123rf.com

Teman-teman pernah mendengar bahwa merajut bisa menjadi media terapi jiwa? 


Beberapa tahun yang lalu, saya pernah menonton liputan tentang seorang perajut profesional asal Australia. Awal doi merajut waktu itu karena doi mengalami depresi berat. Kemudian doi mencoba merajut hampir setiap hari untuk mengalihkan depresinya.


Saya nggak tahu berapa lama doi bisa sembuh dari depresinya. Yang pasti merajut menjadi wasilah kesembuhannya dari depresi.


Kalau dari beberapa artikel yang saya baca sih, warna dan tekstur dari benang rajut itu bisa memberikan efek positif bagi jiwa seseorang. Warna-warna benang rajut tuh kan cantik-cantik ya, rek. Saking cantiknya kadang dompet jadi bolong karena beli benang terus πŸ˜†. Bercandaaa


Nah, warna benang rajut itu membawa efek positif bagi si penderita depresi. Selain itu tekstur benang rajut juga dapat memberikan ketenangan bagi si perajut. Apalagi kalau benang rajutnya yang lembut-lembut gitu.


Selain itu juga ketika merajut bisa membuat hati dan pikiran menjadi tenang. Karena menurut saya memang ketika merajut itu butuh ketenangan. Jika dikerjakan secara tergesa-gesa, yang ada bikin capek dan esmoni. Sehingga merajut ini bisa banget dijadikan media untuk menciptakan ketenangan dan terapi bagi jiwa.


Allahu a'lam bishowab.


Sebenarnya ada banyak sekali manfaat dari merajut ini. Termasuk bisa bermanfaat untuk kesehatan finansial jika hasil rajutannya di jual πŸ˜†. Namun ketiga hal yang saya tuliskan tersebut yang paling saya rasakan banget selama menjalaninya.


Tentu merajut ini bukan satu-satunya media ya. Mungkin ada teman-teman yang lebih suka jenis kerajinan tangan lainnya. Coba saja diperhatikan kira-kira manfaat apa yang dirasa selama menjalaninya. Heuheu.


Saya pribadi bersyukur sekali karena Allah mengijinkan saya untuk menguasai kemampuan merajut. Walaupun belum sampai tingkat ahli. Namun setidaknya ada media yang bisa saya jadikan untuk mengendalikan emosi saya. Yaitu dengan merajut. Bonusnya bisa punya online shop yang saya namai @binarrajut. Walaupun karyanya masih belum ada apa-apanya. Xixix


Tentu hal ini hanya wasilah ya, teman-teman. 


Semangat berkarya ❤️.






Post a Comment

0 Comments