Masak Terong Balado untuk Pertama Kali


Mungkin untuk perempuan yang sudah berusia 29 tahun, masak terong balado untuk pertama kalinya dapat dikatakan sangat telat. Tapi saya tetap dengan prinsip saya, selama diberi kesempatan hidup di dunia maka tiada kata terlambat untuk hal sekecil apapun. Heuheuuuu. Mulai ngeles deg saya kayak bajaj 🤣.

Hari ini untuk pertama kali saya memasak terong balado. Karena biasanya si terong saya hanya goreng tepung saja atau saya rebus. Itupun saya masak terong jarang banget. Karena Dana nggak suka terong. Namun berhubung hari ini Dana kerja shift siang, otomatis buka puasa di pabrik. Ya sudah deh saya eksekusi terong balado hari ini.

Melihat bumbu yang sudah terulek halus oleh Dana sebelum berangkat kerja. Saya membayangkan terong balado yang haucek seperti yang dijual di warung-warung.

Ketika mengeksekusi, saya tuh lupa kalau terong itu bukan jenis sayur mudah layu. Wkwkkwkw. Udah aja nih saya langsung tumis bumbunya. Lihat bumbunya sedep bener. Terus saya masukkan terongnya. Wkwkkw. Padahal harusnya terongnya digoreng dulu baru tumis bumbu kemudian masukkan terong yang sudah digoreng. Wkwkkw.

Alhasil bumbunya tuh kayak apa ya namanya. Pokoknya kayak menggumpal apa ya karena kelamaan dioseng. Ah embuh lah namanya apa. Pokoknya itu. 

Mayan gaes. Daripada lumanyun. Haha

Alhasil wujud si terong balado tidak seperti yang dijual di warung-warung. Hahah. Tapi indak apo-apo lah. Pokoknya pernah mencoba. Wkwkk. Lumayan ada yang bisa ditertawakan. Lagian yang namanya belajar kan seperti itu ya?

Nggak apa-apa melakukan kesalahan asal kesalahannya disadari dan diperbaiki di kemudian hari. Xixi

Lalu saat berbuka puasa saya coba menyantap terong balado-agak-gagal buatan saya. Rasanya lumayan kok. Namun mungkin agak manis duikit saja yang berarti lain waktu untuk kuantitas sedemikian rupa, gula merahnya kudu dikurangi. Hihi.

Dan yang wajib saya ingat adalah terongnya harus digoreng terlebih dahulu sebelum di eksekusi. Haha.

Tongkol Selimut. Hahahha

Lalu tadi saya juga menggoreng ikan tongkol yang saya selimutin dengan bumbu iris (cabe rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, timun). Wenak euy. Seger gitu. Walaupun paduan sayurnya nggak cocok blas. Nggak apa-apa lah. Yang penting makan. Wkwkkw.

Hari ini saya belajar :
Bahwa dalam memasak juga perlu mengetahui karakteristik dari bahan yang akan dimasak. Sehingga jelas urutan memasak yang akan dilakukan.

Hari ini boleh salah, tapi nggak boleh menyerah karena melakukan kesalahan. Melainkan harus diperbaiki agar kemampuan memasak semakin meningkat.

Semangat!

Post a Comment

0 Comments