Hal-hal yang Patut Disyukuri di Tengah Pandemik


Mungkin saat ini sudah mulai banyak orang yang bosan diam di rumah saja. Atau mungkin saat ini banyak orang yang mulai merasa gerah dengan sikap plin plan pemerintah dan juga mental debus warga +62. 

Sama, saya juga kok. Tapi karena saya nggak mau mengganggu imunitas saya. Sehingga saya memilih untuk menikmati di rumah saja, serta agak menjauh dari media sosial agar tidak terpapar berita yang membuat hati nyut-nyutan.

Heuheuuuu…

Akan tetapi, ditengah pandemik yang makin hari membuat kita semakin kayak embuh lah ya. Sebenarnya masih ada banyak sekali hal yang bisa kita syukuri.

Apa sajakah itu?

Nikmat Sehat
Bagi yang saat ini masih dalam keadaan sehat wal 'afiat. Tentu wajib banget mensyukuri nikmat ini. Apalagi di tengah pandemik yang enggak jelas kapan selesainya. Huhu..

Karena kita tahu sendiri kan ya, My Darling Friends, bahwa ada banyak sekali orang yang saat ini harus berjuang melawan sakitnya. Apalagi yang saat ini terjangkit virus Corona 😢. 

Oleh karenanya saya rasa kita perlu bersyukur sebesar-besarnya atas nikmat sehat ini. Alhamdulillah kita masih bisa beraktivitas secara normal di masa pandemik yang bikin was-was ini. Masih bisa beribadah dan masih bisa memeluk orang-orang tercinta yang ada di rumah. 

Semoga mereka yang sakit diberi kesabaran dan kekuatan, serta segera diberikan kesembuhan. Dan semoga kita semua yang masih dalam keadaan sehat tetap terus diberi kesehatan olehNya agar tidak menambah beban tenaga kesehatan.

Nikmat Di Rumah Saja Bersama Keluarga
Bosan di rumah saja? Capek di rumah saja? Jembek di rumah saja?

Pasti banyak ya yang merasakan ini. Tapi coba deh lihat foto-foto tenaga kesehatan yang duduk di lantai, bersandar di dinding dengan menggunakan APD. Insyaa Allah rasa bosan kita karena di rumah saja akan luntur seketika.

Ya gimana ya teman, ketika kita merasa amat bosan di rumah saja, para tenaga kesehatan justru sangat ingin di rumah saja berkumpul dengan keluarganya. Lalu ada juga para pekerja harian yang terpaksa harus tetap bekerja di luar demi dapur tetap ngebul.

Melihat mereka yang seperti itu, apakah kita tidak bersyukur dengan kondisi diri yang masih bisa di rumah saja? Apalagi kita masih bisa berkumpul dengan keluarga.

Coba bayangin mereka yang jauh dari orang tua, jauh dari pasangan atau bahkan ada yang jauh dari anaknya. Sedih banget lho rasanya nggak bisa bertemu orang terkasih karena kondisi seperti ini.

Ya termasuk saya yang nggak bisa mudik. Tepatnya terpaksa nggak mudik demi memutus mata rantai virus ini 😢. Eh tapi melihat foto bandara ramai di masa seperti ini, terpoteque lah hatiku. 

Tapi ya sudah lah. Saya do'akan yang ndablek-ndablek pada sehat semua ya. Biar nggak nambah beban tenaga kesehatan dan beban negara. Bila perlu jangan nambah beban pikiran lagi ya. Capek lihatin status orang ngomel akibat mental debusmu 🤣.

Nyaaahahaha, udah tahu capek lihat orang ngomel. Masih aja dipantengin. Dasar Aku! Keplaaaaaaakkkkkkk…

Nikmat Bekerja Dari Rumah dan Dibayar
Mungkin membawa pekerjaan ke rumah akan berbeda beban kerjanya dibandingkan dengan bekerja di kantor. Karena ada beberapa kawan yang merasa beban kerja sejak di rumah lebih banyak dari pada beban kerja ketika di kantor langsung.

Saya do'akan semoga teman-teman dimudahkan dalam menyelesaikan pekerjaan ya 😘🤗.

Setidaknya bekerja di rumah dan masih di gaji harus menjadi hal yang disyukuri. Karena kita tahu sendiri kan ada banyak orang yang masih harus bekerja di luar rumah. Entah itu sebagai pedagang keliling, tukang ojek, tukang becak, ataupun yang bekerja di pabrik. Apalagi mereka yang harus bekerja di rumah sakit, klinik ataupun puskesmas.

Suami saya termasuk yang harus tetap masuk kerja. Karena pabriknya masih mendapatkan ijin operasional. Walau demikian, alhamdulillah masih mendapatkan sumber penghidupan. Sehingga kami masih ada pemasukan untuk sehari-hari.

Alhamdulillah…

E tapi, sejak PSBB tahap 2, pabrik langsung meliburkan seluruh karyawan secara terjadwal dengan catatan : wajib isi presensi dan cek suhu tubuh 3x sehari. Hahhaa. Udah kayak minum obat aja.

Sebenarnya ada banyak sekali hal yang bisa saya dan kita semua bisa syukuri di tengah pandemik seperti ini. Sehingga kita nggak punya alasan untuk mengeluh bosan atau apapun. 

Syukuri apa saja yang bisa kita syukuri. Karena tidak semua apa yang kita rasakan saat ini dapat dirasakan oleh orang lain juga 😢.

"Allah tidak akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 147)

Post a Comment

0 Comments