Menantang Corona


Suatu hari seorang pemuda menunjukkan kekesalannya lantaran tidak bisa sholat jum'at berjamaah di masjid. Hal ini dikarenakan adanya himbauan untuk sholat jum'at di rumah saja selama wabah melanda.

Akan tetapi si pemuda merasa kecewa dengan himbauan tersebut. Lalu dia nyeletuk dengan nada kesal, "Masa' takut sama makhluk kecil gitu melebihi takut kepada Allah".

Ah, si pemuda lupa bahwa himbauan tidak sholat berjamaah di masjid bukan karena takut dengan Corona. Bukan pula karena takut mati. Namun menghindari kemudaratan.

Lalu dalam perjalanan si pemuda bertemu dengan sepasukan Corona. Kemudian pemimpin Corona menyapa si pemuda, "Hei, anak muda. Kenapa kamu masih keliaran? Kamu nggak takut bersinggungan dengan kami hah? Kami ini mematikan lho!".

Si pemuda menjawab, "Heh, Congornya! Aku lho ra wedhi karo koe!". Si pemuda menunjukkan kejengkelannya kepada sepasukan Corona.

Lalu pemimpin Corona membalas kejengkelan si pemuda, "Yakin kamu nggak takut sama saya? Hah?".

Seketika turun pesan dari langit kepada pasukan Corona, "Wes Na, coba senggolen sitik ae arek iku".

Pemimpin Corona menjawab, "Nggih, Gusti. Kami siap laksanakan perintah".

Seketika pasukan Corona langsung mengejar si pemuda atas perintah dari langit. Akan tetapi si pemuda lari terbirit-birit ketika melihat pasukan Corona menyerang.

Kemudian pemimpin Corona memberi tanda setop kepada pasukannya. Lalu si pemimpin meneriaki si pemuda,"Heh! Katanya kamu nggak takut dengan kami. Kok malah mlayu ilo?! Oo, gedabrus mbelgendhes kok jadi arek". 

Lalu salah satu pasukan Corona nyeletuk dengan nada mengejek, "Ya gitu kalau sok-sokan menantangi. Padahal ya takut juga. Hebleh!".

Kemudian terdengar suara dari langit, "Wes Na. Ojok jumawa. Biarkan dia lari dengan rasa takutnya. Be'e nanti rasa takutnya memudarkan kejumawaannya".

Setelah mendengarkan pesan dari langit tersebut, para pasukan Corona. Kembali pulang ke rumah tanda taat dan sambil berdendang, "Ndang mbali o Corona. Muleh o nang omah mu. Ojo kesuwen nek metu dolen".

Post a Comment

0 Comments