Perbedaan Pendapat


Pada dasarnya perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah dalam kehidupan manusia. Akan tetapi perbedaan pendapat seringkali menimbulkan kebingungan bagi orang yang awam. Apalagi jika pendapat tersebut datang dari sesama ahlinya. 

Byung...

Sebagai contoh adalah soal berjemur di bawah sinar matahari. Ada yang mengatakan bahwa waktu berjemur yang baik adalah jam 10 ke atas. Karena pada jam tersebut terdapat UV B yang baik untuk kesehatan tubuh. Serta penjelasan ilmiah lainnya yang menguatkan argumentasi tersebut.

Akan tetapi kemudian muncul lagi pendapat lain yang mengatakan bahwa waktu berjemur yang baik adalah jam 08 - 10 dan jam 15 - 16. Karena berjemur pada jam tersebut lebih cocok untuk iklim di Indonesia.

Kedua pendapat memberikan penjelasan ilmiah yang sama-sama baik. Sama-sama kredibel. Sama-sama masuk akal juga.

Akan tetapi nggak jarang menimbulkan kebingungan di antara orang awam. Karena adanya pendapat bahwa berjemur pada jam yang tidak disarankan dapat menimbulkan kanker kulit. Kan serem kalau sudah bawa-bawa nama penyakit mematikan gini. Fiuh!

Terus mau ikutan pendapat yang mana dong jika argumentasinya sama-sama baik dari sumber kredibel?

Hmm..

Akhirnya beberapa hari lalu saya mendapatkan pendapat yang cukup menenangkan perihal berjemur ini. Seorang dokter berpendapat bahwa berjemur jam berapapun selama ada matahari nggak masalah. Asalkan durasi berjemurnya jangan berlebihan. Cukup 5-15 menit saja. Nggak harus setiap hari. 2-3 kali dalam seminggu sudah cukup.

Nah, kalau ada saran yang menengahi gini kan jadi enak ya. Karena yang kebingungan bisa ikut saran tengah-tengah.

Saya pribadi kadang juga mikir, ya masak sih Allah menciptakan sesuatu tapi malah jadi bencana untuk hambaNya. Saya rasa sih nggak.

Lha wong berjemur itu kan baik. Asalkan takaran berjemurnya cukup! Nggak berlebihan. Misalkan berjemur sampai 2 jam gitu. Lak gosyong a pemirsah budiman sekalian 🤣.

Lalu ada lagi perbedaan pendapat lainnya yang bikin gregetan. Seperti misalkan -hmm- resep Jurus Sehat ala Rasulullah nya dr. Zaidul. 

Saya sebenarnya termasuk yang mengikuti beliau. Terutama urusan rimpang-rimpangan. Tapi kalau infus water sih nggak. Jarang deeeng.

Akan tetapi, ada yang menentang apa yang dilakukan oleh dr. Zaidul tersebut. Saya sudah nggak ingat lah argumentasinya seperti apa. Akan tetapi nih, resep JSR dr. Zaidul banyak yang merasakan manfaatnya. Termasuk saya pribadi.

Bukan bermaksud membela dr. Zaidul, hanya saja ya sudah gitu ya. Urusan sehat atau sakit itu kan bukan ranahnya manusia. Itu urusannya Allah. Ranahnya manusia adalah ikhtiar. Perkara ikhtiar mana yang di ridhoi Allah kan kita nggak bisa menjamin juga mana yang benar untuk satu individu. Bisa jadi berbeda untuk individu lainnya.

Sepertinya kita perlu mengingat-ingat kisah Nabi Musa yang ketika sakit, beliau mengadu kepada Allah. Lalu Allah memberikan petunjuk obat yang bisa beliau konsumsi. Lalu Nabi Musa sehat setelah itu.

Namun suatu hari Nabi Musa mengalami sakit yang sama seperti sebelumnya. Kemudian beliau bergegas mencari bahan obat yang pernah Allah sampaikan kepada beliau. Eh tapi kok nggak sembuh ya. Padahal obatnya sama.

Oh ternyata Nabi Musa nggak mengadu dulu kepada Allah. 

Eh, bukan berarti Allah baperan lho ya. Namun bisa jadi Allah rindu dengan rintih Nabi Musa. Ya masak kemarin pas sakit memohon-mohon. Terus pas sakit berikutnya nggak minta ridho lagi. Kepiye ngunu kuwi? 🤣

Nah, dari kisah tersebut mengingatkan saya bahwa urusan sehat atau tidak adalah ranahnya Allah. Ranahnya manusia adalah ikhtiar. 

Oleh karenanya tiap saya mengkonsumsi sesuatu atau ketika makan, saya berdo'a agar apa yang masuk ke tubuh saya adalah memang yang baik untuk tubuh saya. Insyaa Allah.

===============

Mungkin adanya perbedaan pendapat membuat kita, lebih tepatnya saya pribadi seringkali bingung. Apalagi pendapatnya berasal dari mereka yang ahli. Sedangkan saya hanyalah orang awam yang pengetahuannya nggak ada barang setetespun.

Namun, menurut perspektif saya pribadi, perbedaan pendapat mungkin ada hal baiknya juga. Karena melalui pendapat yang berbeda dapat melatih akal untuk lebih tajam dalam menganalisa.

Selain itu juga akan melatih diri kita untuk lebih mantap dalam bertabayyun sebelum membagikan informasi tersebut. Kemudian juga kemampuan diri untuk membangun konektivitas dengan Allah yaitu untuk meminta ridho dan petunjuk dari Allah akan lebih meningkat. Insyaa Allah.

Sehingga, insyaa Allah, kualitas diri akan lebih baik dari hari ke hari.

Btw, bingung ya sama apa yang saya tulis ini?

Ya maap. Namanya juga tulisan alakadar untuk menuangkan isi pikiran dan isi hati 🤣🙏.

Post a Comment

0 Comments