Menggali Hikmah Dibalik Pandemi


Setelah kemarin saya muring-muring alias menulis kekesalan saya tentang si Coro. Sekarang saya ingin mencoba menemukan atau menggali hikmah yang saya pribadi bisa pelajari.

Saya sangat berkeyakinan bahwa dibalik setiap musibah ataupun kesengsaraan, pasti ada hikmah yang Allah tanamkan. Menurut saya, mungkin tujuannya adalah agar manusia semakin menyadari akan keagungan Allah dan juga menjadi lebih bijaksana.

Dalam kondisi gonjang-ganjing akibat si Coro seperti saat ini. Tentunya hati dan pikiran kita nggak kalah ikut gonjang-ganjing juga. Tapi tentunya kita nggak bisa terus larut dalam gonjang-ganjing ini. 

Oleh karenanya, skuy kita coba menggali hikmah-hikmah yang bisa kita pelajari dari adanya pandemi saat ini. Semoga dengan cara ini kita bisa menjadi manusia yang lebih bersyukur.

Apa aja sih hikmah yang bisa kita dapatkan dari pandemi ini?

#1 Bumi Dapat Bernapas Lega
Salah satu ciptaan Allah yang insyaa Allah paling merasakan dampak positif dari adanya wabah ini adalah Bumi. Jika pada kondisi normal kehidupan, Bumi malah merasa engap. Karena jumlah kendaraan yang lalu lalang di jalan cukup tinggi setiap harinya.

Kemudian juga sektor industri seolah tidak pernah libur beroperasi. Sehingga polusi udara semakin tidak terkendali. 

Sedangkan dalam kondisi pandemi seperti sekarang, banyak kawasan di dunia yang mengalami lockdown. Sehingga dapat dipastikan jumlah kendaraan di jalanan semakin berkurang. 

Selain itu sektor industri juga banyak yang mengurangi jam operasionalnya. Sehingga tentu hal ini juga berdampak pada kualitas udara. 

Ada sebuah akun di Instagram memberitakan bahwa lubang pada lapisan ozon semakin tertutup. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas udara pun semakin membaik.

Selain itu, seorang teman yang saat ini tinggal di Jakarta juga membagikan pemandangan langit Jakarta yang tidak biasanya. Selama masa pandemi, langit Jakarta jadi terlihat lebih bersih dan cerah dari biasanya.

Wah, seharusnya ini menjadi kabar gembira ya. Karena kita bisa menghirup udara yang baik. Heuheu. Artinya kita sedang diberi kesempatan untuk dapat menghirup udara yang sehat.


#2 Rajin Beribadah
Bisa jadi selama pandemi terjadi, banyak orang yang akhirnya merasa bersyukur karena punya waktu lebih banyak untuk beribadah. Punya waktu lebih intens bersama Allah. Setelah sekian lama lebih sibuk dengan urusan dunia.

Walaupun mungkin banyak masjid terpaksa tidak beroperasi, banyak ibadah minggu ditiadakan, kegiatan di pura ataupun vihara juga ditiadakan. Namun bisa jadi beribadah di rumah pun menjadi tak kalah khusyuk.

Ya nggak?

#3 Menjalani Hidup Bersih dan Sehat
Jika sebelumnya banyak orang (termasuk saya) yang agak serampangan dalam urusan makan. Semenjak pandemi, banyak yang mulai hidup lebih sehat. Saya pribadi jadi lebih rajin dan semangat untuk masak sendiri.

Ya nggak hanya urusan makanan, ya kebersihan badan juga.

Bahkan bisa jadi yang awalnya jarang mandi, jadi rajin mandi. Yang awalnya nggak rajin cuci tangan, jadi rajin cuci tangan. Yang awalnya ganti baju 2x sehari, jadi rajin ganti baju. Yang awalnya malas umbah-umbah, jadi rajin umbah-umbah 😆😆😆. Eh, alhamdulillah saya nggak sejorok ini lho ya.

Intinya mulai banyak orang yang menyadari akan pentingnya hidup bersih dan sehat. Alhamdulillah. Ternyata kita harus disentil oleh makhluk super kuecil ini dulu 🤣.

#4 Rajin Berjemur dan Olahraga
Hayo siapa nih yang awalnya takut sama sinar matahari? Atau dulunya jarang banget olahraga?

Eh setelah pandemi jadi demen berjemur, demen olahraga juga.

Hayo ngaku?

Iya, saya juga ngaku dah 🤣.

Karena rumah kami kan nggak ada terasnya. Mau berjemur di pinggir jalan rasanya gimana gitu.

Eh tapi semenjak pandemi jadi rajin berjemur. Itupun berjemurnya nongkrong di depan rumah tetangga 🤣. Suami saya juga dwong jadi rajin berjemur 🤣.

Selain itu juga jadi rajin olahraga walaupun sekedar yoga tipis-tipis. Bahkan nih suami saya semangat banget ngajakin yoga tipis-tipis. Tiap hari. 🤣🤣🤣


#5 Lebih Positive Thinking
Tersebab pandemi yang nggak membolehkan kita jadi panik. Maka banyak saran dari ahli agar kita selalu positive thinking dan juga menenangkan diri agar tidak panik. 

Apalagi untuk manusia macam saya yang pikirannya lari kesana kemari. Jadi lebih belajar tiap detiknya untuk selalu positive thinking.

Semoga ba'da pandemi berlalu, bisa terus improving untuk positive thinking. Insyaa Allah.

#6 Membangun Empati
Semenjak pandemi berlangsung, pasti tidak sedikit kita melihat adanya flyer-flyer bertebaran untuk mengajak masyarakat berinfaq. Entah untuk membeli APD dan hygiene kit bagi paramedis. Infaq untuk sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.

Karena memang di situasi seperti sekarang ini. Kita perlu gotong royong untuk saling menguatkan, saling membantu, saling menghidupi dan sebagainya. Entah apapun caranya.

Berinfaq melalui komunitas atau lembaga tertentu. Membeli buahnya bapak buah. Memberikan uang lebih untuk bapak gojek/gofood. Pokoknya intinya berinfaq untuk kebaikan bersama.

Nah, jika dirasa pingin berjuang dijalan Islam. Nggak harus dengan mempertaruhkan nyawa atau pun pasang badan kok. Infaq kan saja harta yang dimiliki saat ini. Nggak perlu takut miskin hanya karena memberi. Insyaa Allah, Allah pasti mampukan ❤️.

Saya rasa hikmah yang bisa di dapat karena pandemi pasti sangat banyak. Semoga dengan kejadian ini membuat kita menjadi pribadi yang lebih bersyukur dan menjadi lebih baik.

Pada kondisi yang makin hari makin dirasa tak menentu. Semoga menjadi ruang bagi kita semua untuk lebih menyadari akan kehadiran dan keagunganNya. Semoga rasa kemanusiaan kita semakin terpupuk. 

Dan tentunya, semoga pandemi segera berlalu.

Post a Comment

0 Comments