Penyakit Yang Dibuat-buat


Siapa sih yang nggak kenal Dan Brown? Seorang penulis yang karya-karyanya biasanya bermuatan sejarah dan teori konspirasi. Bahkan kadang menimbulkan kontroversi juga seperti The Davinci Code. Tapi menurut saya novelnya bagus sih. Lumayan membuka wawasan. Heuheu.

Sejauh ini saya baru membaca 2 karyanya yaitu The Davinci Code dan Inferno. Keduanya sama-sama seru dan bikin takut 🤣.

Nah dalam tulisan ini saya agak sedikit memuat novel Infernonya. Karena inspirasi tulisan ini datang dari novel tersebut.

Hal yang paling diingat…
Dari novel Inferno adalah cerita tentang senjata biologis yang dibuat oleh Dr. Zobrist. Latar belakang pembuatan senjata biologis itu karena prediksi dari Dr. Zobrist bahwa nantinya akan terjadi ledakan populasi manusia yang menyebabkan Bumi menjadi sesak. Oleh karenanya kelahiran perlu untuk dihentikan.

Caranya bagaimana?

Ya, melalui senjata biologis tersebut!

Jadi ceritanya senjata biologis ini kan akan disebarkan di ruang yang lembab. Lalu nanti virusnya akan menyebar diseluruh ruangan. Nah orang-orang yang terjangkit virus akan menularkan virus ke orang lain melalui udara. 

Akibatnya apa?

Orang yang terkena virus akan menderita kemandulan. Saya nggak ingat apa efek awal yang akan dialami oleh orang yang terkenal virus. Tapi seinget saya sih nggak mengalami sakit yang gimana banget. Namun akibatnya fatal yaitu kemandulan

Bisa dibayangkan jika orang-orang menjadi mandul? 

Tidak ada kelahiran. 

Tidak ada generasi penerus.

Kepunahan.

Ngeri kan?

Sebenarnya menurut saya pemikiran tersebut timbul karena ketakutannya yang dibuat sih. Dari ketakutan itu membuatnya berpikiran untuk membuat orang menjadi mandul.

Saya jadi agak khawatir jika ada orang yang keidean untuk membuat sesuatu yang sejenis. Nauzubillah ya.

Sangat disayangkan…
Ketika manusia meneliti secara detail tentang bagian-bagian dalam tubuh manusia. Lalu ketika ia tahu, kemunafikan merajai, setan jadi mudah menghasut, alhasil dia keidean untuk membuat sesuatu yang merugikan banyak orang.

Kayak Dr. Zobrist itu bikin senjata biologis yang bikin orang mandul 😭. Penyebarannya pun mudah banget 😭.

Lalu…
Saya jadi curiga kalau penyakit-penyakit yang aneh sekarang sebenarnya dibuat-buat oleh manusia sendiri. Ih, suudzon deh saya!

Kenapa ada manusia jadi jahat bener gitu ya? 

Huhu..

Cerita sejenis juga ada di novel Anak Semua Bangsa karya masterpiece dari Pramoedya Ananta Toer. Tapi penyakit yang disebar adalah cacar, sependek ingatan saya. 

Penyeberannya dilakukan melalui air sungai yang kemudian dikonsumsi oleh ternak. Dari hewan ternak itu nanti yang menularkan ke manusia.

Akibatnya satu desa tersebut terkena cacar dan harus diisolasi. Bahkan nih ada orang-orang yang dibiarkan mati gitu aja 😭. 

Kejam, kejam, kejam!

Kemudian…
Saya teringat dengan tulisan Pak Moen. Intinya beliau mempertanyakan apakah di kampus-kampus tidak disampaikan tentang tanggung jawab kepada Allah? Bahwa setiap ilmu yang diterapkan pasti akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah.

Tidak hanya soal sudah diterapkan atau tidak. Namun seperti apa penerapannya? Membawa manfaat atau mudharat?

Kelihatannya sederhana, namun ternyata tanggung jawab ini berat. Tapi itulah tantangannya menjadi manusia.

Sehingga…
Apa yang sebaiknya kita lakukan agar hal seperti ini tidak terjadi?

#1 Bersihkan Hati
Secara fitrah manusia itu seperti air yang jernih sekali. Akan tetapi, kadang proses hidup yang membuat seseorang menjadi terpolusi. Sehingga air yang harusnya jernih, menjadi tidak jernih lagi.

Memang membersihkan hati ini nggak mudah. Apalagi kalau sudah kadung terpolusi. 

Bukan berarti hati saya udah bersih juga. Ya tentunya sudah terpolusi juga. Sehingga tidak ada salahnya kita saling mengingatkan dan mendo'akan semoga Allah selalu menunjukkan pada jalan yang lurus.

Selain itu, semoga juga segala ibadah yang kita lakukan memperlembut hati kita, menajamkan akal kita, dan juga meluruskan niat kita Lillahi Ta'ala. Aammiinn.

#2 Luruskan Niat
Karena konsep hidup manusia, terutama muslim adalah innalillahi wa innailaihirooji'un, maka seyogyanya apapun yang kita lakukan adalah untuk Allah. 

Yang penting nggak melakukan pembenaran diri aja sih. Maksudnya adalah sebenarnya melakukan suatu hal yang salah, namun disangkanya benar.

Oleh karenanya nggak ada salahnya jika kita meniru do'a Rasulullah agar Allah selalu menunjukkan apapun itu sesuai keadaannya. Agar kita terhindar dari tindakan duga sangka dan pembenaran diri.

Insyaa Allah…

Nulis begini bukan berarti saya udah baik. Saya mah masih jauh  banget dari kata baik. Oleh karenanya saya menulis sebagai cara untuk menegur diri saya sendiri. Ya, semoga aja yang ditulis juga baik 🙈. Insyaa Allah..

#3 Antisipasi
Antisipasi yang saya maksud disini, misalnya, adalah tidak sembarangan menerima makanan dari orang yang tidak kita kenal. Karena bisa jadi ada aja orang yang menyebarkan virus atau bakteri tertentu melalui makanan.

Bukannya mengajarkan suudzon. Hanya saja kita nggak pernah tahu ya kalau ternyata orang yang tampaknya baik, namun berniat jahat ke kita. Nauzubillah. Semoga Allah selalu melindungi kita dari orang yang berniat jahat.

#4 Tanamkan Rasa Tanggung Jawab
Sebelum kita menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak. Ada baiknya kita melakukannya terlebih dahulu. 

Tanggung jawab ini tidak hanya tentang urusan kita kepada sesama manusia. Namun yang paling penting dan yang paling tinggi adalah kepada Allah.

Apalagi jika Allah memberikan kita rahmat berupa ilmu. Maka kita harus punya rasa tanggung jawab untuk menerapkan ilmu itu secara baik. Agar yang tercipta adalah berkah.

Saya jadi teringat Cak Nun pernah bilang : a) Ada rahmat yang 100% persen berkah; b) Ada rahmat yang 50% berkah 50% azab; c) Ada rahmat yang 100% azab. 

Nah, kemungkinan rahmat yang 100% azab itu salah satu contohnya adalah terapan ilmu yang tidak tepat. Seperti Dr. Zobrist itu. Punya ilmu, tapi digunakan untuk kemudharatan. Nauzubillah ya.

Sekian celoteh saya yang penuh nirfaedah ini. Karena saya perempuan normal yang butuh menyalurkan 20.000 kata per hari 🤣🤣🤣.

Allahu a'lam bishawab...

Post a Comment

0 Comments