Kebiasaan Baru




Semenjak pindah kontrakan (lagi), saya memiliki banyak kebiasaan baru. Dari yang sebelumnya kalau nyapu sesuka hati. Kalo nggak pagi, ya sore. Sekarang tiap habis subuhan pasti langsung menyapu. 

Mulai dari sapu halaman, baru deh menyapu dalam rumah. Rasanya kalau nggak langsung nyapu di pagi hari tuh semacam ada yang hilang gitu.

Terus setiap 2 hari sekali, saya wajib mengepel lantai. Karena kalau nggak ngepel ketika waktunya ngepel, terasa ada yang kurang. Padahal dulu dikontrakan lama, ngepelnya kadang seminggu sekali. Kadang 2 minggu sekali. Wkwkwk.

Apakah suasana rumah mempengaruhi ya?

Karena di kontrakan lama bawaannya malas aja gitu. Entahlah. Tapi kalau di kontrakan baru ini jadi lebih bahagia tiap bersihin rumah. Mungkin karena kontrakan baru minim perabot kali ya, jadinya kalau mau bebersihan looosss aja lah gitu. Langsung sarr seerr seeeee. #ApaSih 🤣

Selain itu, nyuci baju pun jadi lebih rutin dan terjadwal. Sebelumnya kalau mau nyuci baju ya suka-suka aja mau kapan aja. Sekarang 2 hari sekali pasti nyuci baju. 

Misal hari ini jadwalnya mengepel lantai, maka besok jadwalnya mencuci pakaian. 

Bagaimana dengan hari Minggu?

Ah, tentunya hari minggu saya libur untuk masak, beberesan dan bebersihan rumah. Karena hari Minggu waktunya leha-leha.

Tapi ternyata kalau dipakai leha-leha seharian capek juga ya. Wkwk. 

Namun akhirnya saya menemukan aktivitas favorit di hari Minggu yaitu mengupas bawang dan memetik tangkai cabai.

Entah ya, rasanya kalau sudah mengupas bawang dan memetik tangkai cabai tuh bisa puas banget gitu. Kayak lega banget dan membahagiakan.

Mungkin karena saya tahu kalau hal tersebut sudah diselesaikan, selanjutnya kegiatan memasak jadi lebih mudah. Kan tinggal cuci-cuci terus di uleg/iris gitu. Xixixi.

Kebiasaan baru saya lainnya adalah mencuci perkakas dapur sebelum tidur. Ketika di kontrakan lama, saya mencuci perkakas dapur esok harinya. Karena malam hari saya sudah merasa letih. Sehingga saya memutuskan untuk mencuci perkakas esok hari.

Namun berbeda dengan sekarang. Sebelum tidur saya harus sudah mencuci perkakas dapur. Sehingga esok harinya saya punya waktu lebih banyak untuk kegiatan produktif lainnya.

Sebenarnya saya nggak doyan amat mencuci piring. Namun ternyata menurut penelitian, mencuci piring ini bisa menjadi cara untuk melatih mindfulness. Maka saya mencoba untuk menjadikannya sarana berlatih mindfulness. Sehingga tiap selesai mencuci perkakas dapur lalu membersihkan dapur. Otak rasanya fresh, tidur pun jadi nyenyak.

Alhamdulillah ~

Lalu saya punya kebiasaan baru lainnya yang rada aneh, yaitu menggunakan daster saat mengerjakan house chores. Setelah itu mengganti pakaian yang lebih proper. Wkwkwk.

Menurut saya daster adalah seragam untuk mengerjakan house chores. Kalau pekerjaan rumah sudah selesai, baru deh diganti dengan pakaian yang lebih rapi. Ya biar nggak kelihatan rembes kali ah.

Udah gitu saya juga nggak sanggup mau ganti baju tiap kalo mau sholat 🙈. Jadilah saya siasati dengan cara demikian

Ternyata menyenangkan juga sih. Saya pun cerita ke Dana perihal ini. Alhamdulillah nya doi nggak menganggap saya aneh. Malah doi senang-senang saja kalau saya menemukan sesuatu yang bikin bahagia. Hoho

Sungguh tulisan ini nirfaedah banget. Hanya curhatan nggak penting dari seorang saya. Tapi nggak apa-apa sih. Karena celotehan begini bakalan lucu untuk dibaca ulang suatu saat nanti. Tentunya lucu untuk diri saya sendiri 🤣.

Entah ya, ini menurut saya pribadi, saya jadi mendapatkan banyak pelajaran baik dari kebiasaan baru ini. Saya belajar untuk konsisten terhadap komitmen dan fokus dalam menjalankannya.

Saya juga belajar untuk membuat keputusan, seperti misalnya saya memutuskan mau nyapu halaman dulu atau nyapu dalam rumah dulu. Kalau nyapu halaman dulu alasannya apa? Kalau dalam rumah dulu alasannya apa?

Mungkin bagi sebagian orang ini tuh aneh dan nggak penting. Tapi bagi saya ini tuh penting. 

Saya menyimpulkan bahwa untuk suatu hal yang besar dimulai dari hal yang kecil. Sehingga nantinya ketika sudah punya anak, saya tahu harus memberikan stimulasi yang seperti apa dengan media apa kepada anak-anak saya.

Semenjak mengenal metode Konmari dan membaca bukunya, saya mulai belajar untuk tidak meremehkan hal-hal receh. Karena Marie Kondo pun besar karena hal yang sering diremehkan.

Lalu pendapat saya tersebut juga diperkuat oleh pernyataan Bu Charlotte dalam sebuah kajian bahwa penting bagi orang tua untuk menabung life skill pada anak. Tujuannya, selain agar anak menjadi mandiri tentu agar mereka lebih resilient dan punya kepedulian.

Tapi tentu harus diperkuat melalui faktor lainnya yak.

Bhaique~

Sekian curhat nirfaedah saya. Mungkin ada teman yang memiliki pengalaman yang sama atau punya pandangan lain pun boleh dishare lho ❤️.

Post a Comment

2 Comments

  1. Nah aku masih harus belajar gini nih. Karena masih sering menganggap remeh hal kecil. Kaya nyuci piring. Harusnya emang sebelum tidur tuh udah bersih ya. Pengen coba praktekin terus jadinya. Semua berawal dari mindset

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali. Mengubah mindset pun bisa dari hal sederhana ❤️

      Delete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga mendapatkan manfaat. Barakallahu 😊