Simple Minimalist Self-care and Self-love


Manusia itu makhluk yang hidupnya penuh dengan dilema. Banyak kerjaan bisa mengalami stres. Nggak punya kerjaan,apalagi, bisa mengalami stres. Terus maunya apa? πŸ˜‚

Nggak sih, sebenarnya kita hanya perlu menyadari aja kalau Allah tuh sudah memberikan potensi dalam diri kita masing-masing. Allah sudah menyediakan ruang sunyi bagi kita untuk healing stress. Dan juga Allah sudah ngasi banyak jaminan untuk kita. Akan tetapi kita sering sekali khawatir pada hal-hal yang sudah pasti dijaminnya. Sehingga perawatan diri untuk memenuhi kebutuhan fisik, sosial, intelektual dan spiritual itu penting. Prinsip yang perlu dibangun adalah bahwa manusia itu makhluk lemah yang penuh dengan keterbatasan, ketidakpastian dan ketidakmungkinan. Akan tetapi manusia telah dianugerahi potensi bakat sebagai modal untuk menjadi sejarah rahmatan lil 'alamin.

Saya akan berbagi mengenai perawatan diri yang saya lakukan sehari-hari untuk merayakan setiap rezeki yang Allah beri. Ya rezeki sehat, ya rezeki indrawi, dan rezeki lainnya. Yang pasti dalam hal ini saya tidak mencantumkan perihal ibadah secara personal. Karena hal tersebut adalah area private yang menjadi urusan personal denganNya. Juga, saya hanyalah manusia yang masih banyak cela dan hinanya. Ah sudahlah, kuy disimak. Semoga bermanfaat ya pembaca yang budiman πŸ’•

Note : Cara ini nggak akan selalu sama untuk setiap orang. Intinya lakukan apa yang dirasa butuh, disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari, serta berdayakan intuisi Anda.

Mandi Sebelum Subuh
Saya mau sombong nih kalau saya sekarang udah bisa agak-agak rajin mandi sebelum subuh. Biasanya mah, nggak. Hahah. 

Mandi sebelum subuh dipercayai mampu mengurangi kolesterol dan penyakit lainnya. Maa syaa Allah. Lumayan kan ya dapat pengobatan gratis hanya modal mau bangun pagi banget terus mandi. Hihi. Tapi memang semenjak saya mengusahakan mandi sebelum subuh, rasanya tubuh lebih bugar dari biasanya.

Yoga dan atau Senam Aerobik

Google images

Hampir setiap hari saya selalu meluangkan waktu untuk yoga ataupun aerobik. Ya nggak tentu waktunya kapan. Kalau nggak pagi, ya siang dan kadang sore hari. Suka-suka saya aja pokoknya. Haha. Nggak mau memaksakan diri kudu banget pagi hari atau sore hari. Yang pasti, biasanya, saya yoga ataupun aerobik saat Dana pergi kerja. Haha

Biasanya kalau hari ini saya yoga, besoknya saya aerobik. Tapi tergantung mood juga sih. Kalau saya pinginnya yang hening-hening ya saya yoga. Kalau saya pinginnya yang jejingkrakan macam ulat nangka ya saya aerobik. Tergantung mood hari itu πŸ˜‚✌️. Dan saat yoga, biasanya saya sambil dengerin murottal. Biar adem hati dan pikiran (macak solehah πŸ˜†). Tapi kalau Anda non-muslim, bisa diganti dengan musik relaksasi. Apalagi kalau ada suara air gitu. Adem 😌.

Saya melakukannya di rumah aja kok. Cukup mengandalkan youtube dan pastikan kuota internetnya ada πŸ˜‚. 

Setelah rutin yoga ataupun aerobik, body rasanya segar bugar gitu. Alhamdulillah. Saya pribadi melakukan ini dengan alasan kesehatan, bukan untuk langsing atau apa lah. Karena saya pribadi nggak pernah pusing dengan bentuk tubuh saya. Toh selama ini Dana nggak pernah komplain. Hihi

Untuk gerakan yoga, saya tilik channel youtube-nya Yoga with Adriene. Gerakannya sederhana dan mudah banget diikuti. Sedangkan untuk senam aerobik, saya tilik di channelnya SKWAD Fitness. Gerakannya juga mudah untuk diikuti.

Baca Buku Sambil Berjemur

Foto pribadi

This activity is my favorite. Setiap pagi saya selalu punya waktu untuk berjemur. Ya iyalah kerjanya cuma dirumah doang, bukan orang kantoran πŸ˜‚. Nah justru karena saya punya kesempatan untuk berjemur, maka saya berjemur. Karena kita tahulah manfaat sinar matahari ini luar biasa bagus banget untuk kesehatan.

Biasanya saya berjemur kalau nggak pagi jam 7an ya jam 10 pagi. Tergantung aktivitas pagi hari saya. Tapi ketika ada muncul jerawat diwajah, saya usahakan berjemur jam 7 saat matahari masih anget-angetnya. Karena menurut pengalaman saya, sejak saya rajin berjemur, jerawat saya pada kabur. Alhamdulillah. Dan memang benar, menurut ilmu naturopathy, matahari adalah obat gratis tis yang Allah kasih buat manusia. Nah kan, udah dikasih gratis masa' nggak dimanfaatkan. Ya rugi lah, Jono. 

Biasanya saya berjemur sambil baca buku. Saya membaca buku apapun yang memang saya butuh dan saya suka. Kalau sudah selesai berjemur, sesi baca buku pun selesai. Saya nggak pernah mematok kudu baca buku berapa lembar atau berapa lama. Yang penting rutin tiap hari untuk pemenuhan kebutuhan intelektual dan spiritual. Nantinya juga akan berpengaruh ke kondisi fisik juga kan?

Berjemur bersama hangatnya sang mentari sambil menikmati rangkaian aksara pada buku. 

Maa syaa Allah, nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?! 

Menulis

Bincangsyari.com

Selain mulut, pikiran saya juga berisik banget. Udah kayak nyamuk-nyamuk nacal di malam hari yang sunyi πŸ˜‚ 

Menulis adalah hobi saya sejak kecil. Sama lah kayak orang-orang kebanyakan yang dulunya suka nulis diary πŸ˜‚. Karena memang menulis bagi saya membuat pikiran dan hati lega. Dan menurut penelitian, menulis adalah salah satu terapi untuk mengurangi depresi lho pembaca yang budiman. Maa syaa Allah. Eh, tapi sekarang saya sudah nggak nulis diary lagi. Karena tulisan saya jelek banget kayak cakar ayam. Bukannya healing stress, malah bikin stres karena rupa tulisan yang nggak banget πŸ˜‚

Biasanya saya menulis di blog pribadi saya ini. Dan kadang-kadang saya berceracau di WA story. Kadang-kadang saya juga berceracau di IG story. Kadang-kadang berceracau di Facebook  dan sering juga berceracau di Instagram pribadi saya πŸ˜‚. Saya sesekali ngereview buku juga di IG. Monggo pinarak.

Ya Rabbi, jejak digital saya banyak banget dah πŸ˜‚

Dulu, pinginnya saya meninggalkan media sosial macam Facebook dan juga Instagram. Setelah melakukan reframing dan juga memulai jualan online. Saya nggak jadi mundur. Karena jejak digital itu kejam. Sehingga nggak ada salahnya jika saya berlatih untuk lebih bijak setiap harinya dengan meninggalkan jejak digital. Lumayan kan jadi punya banyak reminder. Wkwkwkwkk.

Mengkonsumsi Makanan dan Minuman Sehat

Eatingbirdfood.com

Semenjak saya memutuskan untuk menerapkan less waste lifestyle, ternyata hal tersebut mempengaruhi pola makan saya. Dari yang dulu hobi banget beli cemilan di Indom**t. Sekarang mah juaraaaaaaaanngg banget. Lebih sering nyemilin buah. Udah gitu, saya dan Dana juga sudah mulai mengurangi minuman rasa-rasa. Asal rasamu padaku jangan sampai berkurang aja. #Eaaaaaaaaaakkkk.

Sekarang tuh saya lebih sering minum infused water kurma dan juga minum wedang jahe+jeniper di pagi hari. Badan rasanya enteng. Low back pain udah mulai berkurang.

Bonus dari menerapkan less waste lifestyle dan mengurangi cemilan dan minuman rasa-rasa adalah my dompet tidak bocor lagi. Wwkkwkwwk. Alias kondisi finansial ikutan sehat juga. Alhamdulillah.

Menikmati Pekerjaan Rumah

Google images

Saya sebenarnya bukan orang yang doyan mengerjakan pekerjaan rumah. Apalagi yang namanya korah-korah alias cuci piring dan juga umbah-umbah alias cuci pakaian. Tapi setelah melakukan reframing, saya memilih untuk menikmati dalam mengerjakannya dan nggak tergesa-gesa. Mumpung saat ini nggak ada hal yang membuat saya untuk lepas tangan dalam mengerjakannya. Karena saat momen itu tiba, pasti saya bakalan kangen buat ngerjakan pekerjaan rumah.

Ah ya, ketika saya memilih untuk menikmati dalam mengerjakan pekerjaan rumah, saya merasa ada banyak sekali makna yang Allah sisipkan pada tiap hal remeh-temeh tersebut. Apa saja kah? Silakan rasakan dan temukan sendiri ya 😘

Merajut

Foto pribadi

Saya tertarik dengan dunia merajut sejak 2 tahun lalu. Sampai sekarang saya masih merajut walaupun semangatnya naik turun kayak keimananku πŸ˜‚✌️Merajut bagi saya adalah cara terbaik untuk melatih konsentrasi saya yang rendah bianget nget. Soalnya ketika merajut, kalau ada yang kurang 1 atau 2 dan atau ada stitch yang kelebihan, bisa ngulang banyak πŸ˜‚. Peribahasa yang tepat ketika bongkar banyak saat merajut adalah "karena nila setitik rusak susu sebelanga". πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Selain itu, merajut juga sarana bagi saya untuk melatih kesabaran dan emosi saya. Ya saya sadarlah kalau saya ini nggak sabaran banget orangnya. Makanya nih perlu dilatih kesabaran dan emosinya biar bisa jinak πŸ˜‚

Berkomunitas

Kunjungan ke Kampung Literasi Tebel

Saat ini saya bergabung dengan komunitas yang terkenal dengan nama Institut Ibu Profesional. Itu komunitas tempat para ibu-ibu belajar. Heuheu. Saya bergabung sejak awal 2017 lalu. Sudah 2,5 tahun lah ya.

Selain sebagai tempat untuk belajar menjadi istri dan ibu yang baik (ceuilah), IIP juga menjadi sarana untuk belajar berorganisasi dan bersosialisasi. Karena disini saya bertemu dengan mamak-mamak dari berbagai macam background dengan cara pandang yang berbeda-beda. Apalagi saya juga terlibat sebagai pengurus regionalnya. Hihi. Sehingga pembelajaran yang saya dapat saat berkomunitas jadi double-double. 

Kontemplasi
Ini dia hal yang paling penting yaitu kontemplasi. Sebenarnya kontemplasi itu bisa kapan saja dan dimana saja. Nggak harus saat sunyi sepi (literally), tapi bisa juga berkontemplasi dalam keramaian.

Kontemplasi ini saya maknai sebagai kunjungan ke dalam ruang sunyi. Bagi saya kontemplasi ini penting banget. Apalagi di era modern dengan segala tuntutannya. Kontemplasi adalah sarana agar saya tetap bahagia dan bersyukur atas apa yang Allah titipkan saat ini ke saya. Maksudnya biar saya nggak gampang silau sama rumput tetangga, sedangkan rumput sendiri malah kering kerontang. Hihi

Nggak berasa curhatan saya sepanjang jalan kenangan gini πŸ˜‚ 

Well, itulah yang saya lakukan untuk menjaga hati dan pikiran saya tetap sehat. Serta mengajak fisik saya agar tetap produktif dan tidak terperangkap kemalasan. Tentunya apa yang saya lakukan ini nggak bakal sama dengan orang lain. Karena prioritas orang beda-beda. Wadah apapun bisa menjadi ruang untuk melakukan perawatan diri sebagai bentuk self-love. Yang penting hati pikiran bahagian lah pokoknya. Semoga bisa menginspirasi. Mari berbagi πŸ’•

Post a Comment

4 Comments

  1. Bener banget, hanya kita yang tau diri sendiri dan hanya kita yang bisa mengendaliki diri sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bangeeeett. Diri kita yang tahu apa yang paling kita butuhkan dan caranya 😘

      Delete
  2. Setuju banget sama prinsip self care and self love!

    Karena eh karena...

    "... beginilah cara untuk bisa merasa lebih baik sekaligus menerima kekurangan diri!"

    Keduanya sama-sama diperlukan untuk memenuhi gaya hidup sehat, baik secara fisik dan mental

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mbak. Karena banyak orang yang nggak bisa menerima kekurangan diri. Akibat terlalu fokeus sama pendapat orang. Akhirnya lupa cara untuk self-care dan self-love

      Delete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga mendapatkan manfaat. Barakallahu 😊