Konsep Home Education ala Adila Family


Hari Kamis tanggal 18 Juli 2019 lalu,seperti biasa di WAG Ibu Profesional Surabaya Raya ada diskusi online yang diberi nama DisKas atau Diskusi Kamisan. Wkwwk. Ya, karena diadakan tiap hari kamis maka dinamakan Diskusi Kamisan. Hihi. Narasumbernya tentu dari member sendiri. Karena memang member di IP Surabaya Raya tuh banyak banget yang punya potensi luar biasa. Entah dari keilmuan ataupun pengalamamnya.

Narasumber DisKas tanggal tersebut adalah Bunda Laila. Sedangkan Adila Family adalah nama keluarga beliau atau mungkin seperti family branding gitu lah. Biar nggak panjang-panjang, saya cantumkan profil beliau pada gambar di bawah ini ya. Biar pembaca yang budiman terbakar semangatnya. Hihi


Home Education ala Adila Family

Google images

Kebetulan saya belajar bareng dengan Bunda Laila sejak Matrikulasi hingga kelas Bunda Sayang. Beliau ini, maa syaa Allah, sangat inspiratif. Oleh karenanya saya senang sekali setiap kali ada sharing dengan beliau.

Baca juga : #KulwapJum'at :Home Education is A Must!

Back to the topic

Sependek yang saya tahu,sebelum anak-anak Bunda Laila memulai homeschooling, ketiga anaknya sudah terlebih dahulu merasakan sekolah formal. Namun setelah proses diskusi (yang saya nggak tahu berapa lama ๐Ÿ˜‚✌️), setelah menyusun visi dan misi keluarga, menentukan core value keluarga kemudian mereka memilih homeschooling yang paling pas untuk diterapkan di dalam keluarga mereka. Tentu hal ini juga berdasarkan keputusan dari anak-anak beliau. Karena merekalah yang menjalankan, sedangkan Bunda Laila dan suami menjadi fasilitatornya.

Nah, sebelum menentukan kurikulum yang tepat bagi anak, orangtua terlebih dahulu menyusun visi dan misi keluarga dan core valuenya. Kemudian hal ini akan mempengaruhi seperti apa kurikulum pendidikan yang tepat bagi anak-anaknya.

Mungkin kelihatannya ribet dan mungkin ada yang merasa nggak perlu. Tapi sebenarnya visi dan misi keluarga ini penting banget. Agar sebuah keluarga tetap on track dengan tujuan mereka.

Jadi selain mencari tahu terlebih dahulu tentang home education ataupun homeschooling, menyusun visi dan misi keluarga serta core value keluarga menjadi tahapan awal untuk menjalankan home education.

Referensi untuk home education ini ada banyak, bisa melalui buku, blog praktisi homeschooling/home education, ikut webinar, bisa juga intip di rumahinspirasi.com, dan lain sebagainya. Intinya untuk menjalankan home education, orangtua juga harus belajar. Nggak cuma anaknya yang disuruh belajar. Hhoho

Selain itu, orangtua juga perlu mempelajari tren pendidikan. Karena ternyata semakin lama tren pendidikan semakin berubah sesuai dengan kemajuan jaman. Di abad ke 21 ini, kita telah memasuki era pendidikan 4.0. Hmm, menarik ya. Saya juga masih berusaha memahami hal ini. Haha. Saat pendidikan 1.0 prinsipnya i know, you know. I'll teach you. Pendidikan 2.0 prinsipnya i know, you know. Let's discuss. Pendidikan 3.0 prinsipnya you know better, i'll hear you. Kalau pendidikan 4.0 kira-kira apa ya?

Rumah inspirasi
Rumah inspirasi

Prinsip Dasar Pendidikan


Prinsip dasar pendidikan sebagai pondasi home education Adila Family adalah IMAN, ADAB, ILMU DAN AMAL.

Mengapa demikian?

Karena bagaimanapun sebelum ilmu dan amal, iman dan adab ini sudah harus mantap terlebih dahulu. Ada banyak lho orang yang berilmu tapi sombong. Ada banyak juga orang berilmu tapi korupsi. Namun ada juga orang berilmu tapi nggak tahu caranya beramal. Ada juga orang yang beriman, beradab, berilmu tapi nggak tahu cara beramal. Atau mungkin kasus yang baru terjadi anak sekolahan yang kurang ajar kepada gurunya. Yah, macam-macam lah.

Keempat pilar dasar tersebut sebenarnya adalah satu kesatuan. Akan tetapi menurut saya, dalam pelaksanaannya memiliki tahapan-tahapan yaitu memperkuat iman dan adabnya terlebih dahulu agar siap menerima ilmu kemudian mengamalkannya. Jika semua pilar diterapkan dengan baik, insyaa Allah anak-anak akan tumbuh sesuai fitrahnya dan menjadi sejarah rahmatan lil 'alamin. Aammiin ya Allah.

Belajar Sesuai Tahapan Usia
Dalam menjalankan Home Education, Adila Family terlebih dahulu mempelajari tahapan belajar anak sesuai usianya. Kalau dalam Fitrah Based Education tahapannya adalah tahap 1 usia 0-2;2-6 tahun, tahap 2 usia 7-10 tahun, tahap 3 usia 11-14 tahun, tahap 4 usia > 15 tahun. Dalam tiap tahapan usia memiliki golden age nya masing-masing. Jadi golden age itu nggak cuma 6 tahun pertama ya, tapi tiap tahapan ada golden age-nya masing-masing.

Setelah itu, Adila Family menyusun roadmap planning pembelajaran agar golden age tiap tahapan usia dapat berkembang dengan baik dan fitrahnya berkembang paripurna.

Sebagai contoh adalah pada tahap 1 yaitu usia 0-2;2-6 tahun. Menurut Fitrah Based Education, usia 0-6 tahun adalah fase yang baik untuk menyuburkan fitrah keimanan anak dengan menunjukkan imaji positif tentang Allah dan RasulNya. Agar kecintaan kepada Allah dan RasulNya sudah tertanam sejak kecil. Misalnya ketika makan, si ibu mengajak anaknya untuk mengucapkan terima kasih kepada Allah karena sudah diberikan nikmat makanan yang lezat dan baik sehingga si anak dapat tumbuh sehat dan ceria.

Sedangkan untuk menumbuhkan cinta kepada Rasulullah bisa dengan membacakan cerita melalui seri Nabiku Idolaku atau Seri Teladan Rasulullah. Selain menumbuhkan kecintaan kepada RasulNya, juga untuk menumbuhkan empati melalui kisah-kisah.


Roadmap planning dijadikan acuan dalam proses menjalankan home education. Sehingga penyusunannya harus benar-benar matang disesuaikan dengan visi misi keluarga dan juga fitrah bakat anak.

Konsep Kurikulum ala Adila Family

Belajar adalah menumbuhkan bukan menjejalkan. Belajar untuk sadar bukan untuk pintar.

Ungkapan tersebut tercantum pada materi DisKas yang diberikan bunda Laila. Saya rasa hal tersebut bukan sekedar ungkapan ya melainkan prinsip yang dipegang dalam menjalankan HE.

Saya pribadi sangat setuju dengan ungkapan tersebut karena banyak anak yang kehilangan gairah belajar ketika dewasa karena terlalu dijejali belajar saat masih kecil. Belajar itu kan ibarat orang makan tuh, bayangin aja kalau makanan yang masuk tidak sesuai porsinya, kan udah eneg duluan.

Selain itu juga pendidikan adalah untuk menumbuhkan kesadaran dan tentunya diiringi dengan kebijaksanaan. Kita lihat saja banyak orang sekolah tinggi, gelar berderet tapi kelakuannya kurang terpuji. Entah itu menganggap orang lain lebih rendah atau mungkin melakukan tindakan korupsi. Berarti orang-orang seperti itu kan kayak orang mabuk yang kehilangan kesadaran dirinya dan berjarak dengan kebijaksanaan ๐Ÿ˜….

Model Pembelajaran
Ada beberapa model pembelajaran yang diterapkan oleh Adila Family dalam menjalankan HE, yaitu :

Intellectual Curiosity
Pada dasarnya setiap manusia dianugerahi rasa ingin tahu yang tinggi akan segala sesuatu. Tinggal bagaimana kita mengarahkan rasa ingin tahunya pada hal-hal yang positif. Sehingga anugerah rasa ingin tahu tersebut dapat berbuah berkah, insyaa Allah. Karena banyak lho anak-anak yang kritis dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi namun dimatikan oleh orangtuanya sendiri. Sehingga potensi dalam diri si anak meredup akibat dimatikan oleh orangtuanya sendiri.

Tujuan dari intellectual curiosity ini adalah agar rasa ingin tahu anak terhadap segala hal yang ingin dipelajari atau yang tidak diketahuinya dapat tumbuh dengan baik.

Ada beberapa cara untuk meningkatkan rasa ingin tahu anak yaitu :
  • Membudayakan membaca buku sesuai usianya. Misalkan membaca buku Halo Balita untuk usia balita, Nabiku Idolaku untuk anak-anak, atau Ensiklopedi Bocah Muslim;
  • Sering mengajaknya mengobrol tentang banyak hal;
  • Sering membuka ruang diskusi dengan anak melalui pertanyaan-pertanyaan 5W+1H; dan
  • Mengajak anak untuk jalan-jalan seperti jelajah sekitar tempat tinggal, atau ke taman.

Creative Imagination
Imajinasi juga adalah anugerah bagi manusia yang untuk menciptakan sejarah rahmatan lil 'alamin selama yang diimajinasikan hal-hal yang positif. Sesuai nama model pembelajarannya, creative imagination adalah agar anak memiliki daya kreasi dan imajinasi sehingga mampu menciptakan solusi pada setiap tantangan yang dihadapi.

Sebagai contoh adalah membuka toko zero waste untuk memfasilitasi orang-orang yang giat menggalakkan zero waste lifestyle. Nah, hal ini adalah hasil dari creative imagination.

Art of Discovery
Saya memahami bahwa art of discovery ini memiliki keterkaitan dengan intellectual curiosity. Jika intellectual curiosity adalah untuk menyuburkan rasa ingin tahu anak, maka art of discovery ini adalah agar anak mampu menemukan hikmah dari apapun yang ia pelajari. Walaupun hal tersebut adalah sesuatu yang sangat sederhana. Mungkin semacam meningkatkan kemampuan membaca anak ya. Membaca yang saya maksud tidak hanya sekedar membaca buku, tapi membaca semesta juga.

Noble Attitude
Kalau dari penjelasan singkat pada materi,noble attitude ini adalah agar anak menjadi sosok pembelajar yang memiliki karakter yang kokoh dan terasah aspek spiritualnya. Kurang lebih begitu. Hihi

Metode Pembelajaran
Ada 3 metode pembelajaran yang diterapkan oleh Adila Family dalam menjalankan HE, yaitu :

Project Based Learning


Metode ini mengajak anak belajar melalui proyek-proyek sederhana. Misalkan menanam tomat, membuat kue, dan hal lainnya. Dalam menjalankan proyek tersebut, anak akan melakukan eksplorasi, memberikan penilaian, melakukan interpretasi dan menggali informasi dari proyek yang dijalankan.

Melalui metode ini juga menjadi sarana bagi orangtua untuk membantu anak menemukan bakat dirinya. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan, anak akan semakin kaya wawasan dan anak semakin mampu menemukan apa yang paling digemari.

Inquiry Based Learning
Metode ini adalah proses belajar yang dibangun dengan pertanyaan-pertanyaan untuk mendorong anak memecahkan masalah melalui kolaborasi. Sehingga anak tidak hanya sekedar melaksanakan instruksi dari fasilitatornya. Saya rasa letak peran intellectual curiosity tersebut.

Saya memahami metode ini dielaborasikan dengan metode PBL. Misalkan saja proyek membuat kue. Sebelum melaksanakan proyeknya, mungkin antara anak dan fasilitator (dalam hal ini orangtua) mengadakan diskusi dulu. Kira-kira mau bikin kue apa, bahannya apa aja, kuantitasnya seberapa banyak, alat yang digunakan apa saja, dan lain-lain. Dari 1 proyek ini saja anak bisa belajar buanyak buanget, nggak sekedar bikin kue.

Talent Mapping
Talent mapping sependek yang saya tahu adalah alat untuk menemukan fitrah bakat anak. Dengan talent mapping, orangtua bisa tahu kira-kira potensi kekuatan anak ada pada apa saja. Kemudian nantinya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh anak akan semakin mengerucut pada hal-hal yang berkaitan dengan potensinya. Saya pribadi kurang tahu kira-kira talent mapping ini bisa dilakukan saat anak usia berapa. Hihi. Maapkan yaa.

Ekspedisi Jelajah Negeri
Kegiatan ini adalah agenda besar dari Adila Family. Dalam agenda ini, Adila Family mengadakan road trip ke sejumlah daerah di Indonesia. Saat ini Adila Family sudah menyusuri Pulau Sumatera dan juga Pulau Jawa dengan mobil jelajah yang mereka modifikasi. Kisah perjalanan mereka dapat diintip di galeri IG mereka yaitu @familyonwheel.

Tujuan dari ekspedisi ini adalah agar mereka bisa mengenal Indonesia lebih dekat, mengetahui fakta sejarah, melatih anak-anaknya untuk lebih mandiri dan adaptif, melatih anak-anaknya untuk keluar dari zona nyaman, meningkatkan rasa syukur atas apa yang Allah berikan dan lain sebagainya.

Wah, seru ya konsep home education ala Adila Family. Melihat apa yang dilakukan oleh Bunda Laila membuatku semakin bersemangat untuk belajar. Hihi, semoga sharingnya bermanfaat ya.

Salam hangat,
Emiria Letfiani

Post a Comment

3 Comments

  1. Seru pake banget, madam... Jujur aku kadang minder kalau baca-baca konsep home education keren seperti ini. Rasa-rasanya bertanya dalam hati, apakah kelak anak2ku yg kudidik dan kuasuh dengan segala keterbatasanku akan mampu bersaing dengan mereka yg mendapat konsep pendidikan hebat seperti ini ? Dan qadarullah didukung kemampuan finansial yang mumpuni pula. Eh koq jd curhat wkwk.. Tp balik lagi deh, kukembalikan pada Allah, Yang Maha Mengatur segalanya. Pastinya berikhtiar semampuku untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insyaa Allah,mbak novri mama yang hebat buat anak2nya mbak ๐Ÿ˜˜ do your best kakaaak. Semangaaaattt ๐Ÿ’•

      Delete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga mendapatkan manfaat. Barakallahu ๐Ÿ˜Š