Wardah Lip Cream : Lipen Pertamaku


Well, sejujurnya saya bukanlah pecinta olesan bibir berwarna alias lipstick dan sejenisnya. Oleh karenanya saya hanya memiliki 1 pewarna bibir yaitu Wardah Lip Cream. Ya mengingat saya hanya memiliki 1 bibir yang terdiri dari 2 bagian yaitu atas dan bawah. Maka pewarnanya cukup 1 aja. Nggak perlu banyak-banyak, lha wong 1 aja nggak habis-habis kok. Hahha. Itu sih saya, jika Anda suka beli pewarna bibir dan ganti-ganti ya nggak masalah. Yang penting ada buat belinya. Oke!

Sekitar 2 tahun lalu, saya memutuskan untuk tidak make up di salon untuk wisuda. Sehingga saya dan 2 orang teman saya membeli alat make up sederhana tapi di bagi. Saya kebagian membeli eyeliner, mascara, dan pensil alis. Selain itu saya juga membeli lip cream, biar kelihatan seger lah ya saat wisuda.

Saya memutuskan membeli produknya Wardah karena bagi saya produknya Wardah itu ringan. Tapi karena saya ini nggak pede bianget menggunakan pewarna bibir dan buta bianget dengan hal-hal yang berbau dengan kecantikan, sehingga saya meminta rekomendasi dari si Mbak Penjual Wardah kira-kira warna yang seperti apa yang cocok untuk saya. Warna yang nggak nyentrong amat dan sesuai warna kulit saya. Akhirnya si Mbak Penjual Wardah menyarankan saya Exclusive Matte Lip Cream warna pinky plumise nomor 15.

Saya kasih foto model aja yak yang lebih cantik. Hahha

Sesampai di rumah, saya mencoba mengaplikasikan lip cream tersebut ke bibir saya. Lumayan bagus sih. Tapi karena saya orangnya nggak pede-an. Saya malah geli sendiri lihat bibir saya dikasih pewarna. Hahaha. Saya lebih suka ngelihat orang lain lipstick-an ketimbang diri saya sendiri. Alhasil, ketimbang mubadzir, saya hanya mengoles tipis aja ke bibir. Itupun hanya sekali oles lalu saya ratakan dengan jari. Hahahha. Ya jelas nggak kelihatan banget sih. Tapi kalau digunakan orang lain pasti bagus lah yaa. Aku maaaahh apa atuuuhh, nggak bisa pake lipen kayak orang-orang. Makanya cukup punya 1 aja.

Walaupun setelah menikahpun saya teteup jarang menggunakan lipen. Nggak pede buuukk, nggak pedeee. Makanya sampai sekarang itu lipen sejak akhir 2017 masih awet sampai sekarang. Itupun lipen tersebut adalah lipen pertama yang saya beli di sepanjang saya hidup. Hahha. Alhamdulillahnya sih si mas nggak pernah protes juga akunya nggak dandanan. Hihi

Akan tetapi, demi lipennya bisa habis bis bis bis, saya putuskan untuk mengaplikasikannya agak tebel. Tapi hanya jika saya di rumah saja. Maksudnya nggak keluar-keluar. Kalau misalnya saya keluar jalan-jalan, olesnya tipis-tipis aja. Cukuplah pake lipen agak tebel di depan suami aja. Kalau di luar pakai tipis aja. Biar cepat habis. Hahah.

Lha kok saya jadi curhat. Hahha. Adakah yang memiliki pengalaman yang sama seperti saya?

Post a Comment

2 Comments

  1. sama mbak :D saya kalo dirumah suka iseng dandan full make up demi ngabisin lipstik biar ada alesan beli lipstik baru hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahh ternyata ada yang sehati sama aku. Hhi. Toss mbak

      Delete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga mendapatkan manfaat. Barakallahu 😊