Tips Anti Mainstream Agar Tidak Kalap Dengan Promosi Belanja Online

Independent.co.uk

Tidak terasa puasa sudah berjalan 6 hari. Hal ini berarti 24 hari lagi Hari Raya Idul Fitri. Walaupun lebaran masih lama, diskon sudah mulai bertebaran. Baik belanja online maupun belanja offline.

Menurut saya pribadi, shopping paling kalap ya shopping online. Saking banyaknya promosi dan asiknya tilik-tilik, sampai tidak tidak terasa sudah habis banyak. Belanjanya sih seneng yak, tapi pas lihat isi dompet atau saldo di rekening langsung bikin mewek euy. Berasa habis kena irisan bawang. Lebih mewek kalau belanjanya menggunakan kartu kredit. Habis banyak yang berarti jumlah hutang banyak. Weweweu.

Bulan ramadhan seharusnya dijadikan momentum untuk belajar mengendalikan diri. Tidak hanya sekedar puasa menahan haus dan lapar. Namun juga berpuasa atas hawa nafsu yang liar. Pun termasuk soal belanja. Akan tetapi biasanya ketika bulan ramadhan, pola konsumsi masyarakatnya malah meningkat. Hmm..

Belanja memang tidak salah, selama punya uang buat belinya. Hanya saja menjadi keliru jika terlalu hobi menumpuk barang di rumah. Nggak baik, sheyeng.

Bhaiquelah, beberapa tips dari saya agar tidak kalap dengan promosi belanja online :

Baca bismillah dan surah At-takasur
Sebelum membuka aplikasi belanja online. Ada baiknya baca bismillah dulu lalu baca surah At-takasur. Wkwkwk. Tau kan surah At-takasur itu tentang apa? Wkwkw. Lumayan buat jadi pengingat. Ye kaaan, pemirsa?!


Lihat dulu isi lemari
Biasanya barang yang paling bikin mamak kalap sekalap-kalapnya adalah baju. Yang namanya perempuan, bajunya udah segambreng tapi masih aja merasa kurang. So, untuk memastikan apakah perlu beli baju lebaran atau tidak, lihat dulu isi lemarinya. Pandangi lekat-lekat, dielus-elus semua pakaiannya. Lalu tanya lagi diri sendiri, “beneran mau beli baju lebaran nih?”.

Rumahbagusminimalis.com

Pastikan jika memang butuh
Ketika melihat banyaknya promosi online yang menggiurkan. Biasanya mamak-mamak suka kalap kalau lihat itu mah.Tapi pastikan kembali jika memang butuh. Butuh lho ya bukan ingin. Karena butuh dan ingin itu berbeda. Ingin dibumbui nafsu. Kalau butuh tentu tidak. Heuheu

Masuk satu, keluar satu
Jika memang dirasa hasrat belanja sudah tidak tertahankan. Maka ambil pakaian di lemari sejumlah baju yang dibeli. Kalau beli 5, keluarkan juga 5 pakaian dari lemari lalu sumbangkan. Bulan Ramadhan kan waktu yang baik untuk berbagi. Kita perlu untuk belajar mengikhlaskan dan tidak menumpuk barang di rumah. Ingat,semua yang kita miliki di dunia tetap dihisab lho. Heuheu.

Salah satu kekeliruan manusia adalah kurangnya memaknai puasa. Sehingga kita hanya dapet laper dan hausnya saja. Tapi barokahnya puasa belum sampai. Hal ini dikarenakan nafsu kita yang belum terkendali. Sehingga, setiap menjelang lebaran, kitanya malah kalap belanja. Belanjanya seneng, lihat dompet dan saldo langsung terenyuh. THR ludes, pemirsa.

Lebaran dengan menggunakan baju yang dibeli tahun 2016 pun bukan masalah. Yang penting bersih, rapi dan sopan. Ini bukan soal “uang, uangku. Ya terserah aku”. Tapi ini tentang mendidik jiwa agar tidak menjadi manusia konsumtif. Karena kehidupan tidak hanya tentang dunia fana, melainkan keabadian yang jauh lebih memukau. Nanti waktu hisabnya lama lho. Kasihan yang ngantri untuk di hisab. Hihi

So, yakin masih mau kalap belanja? Hahaha

Post a Comment

0 Comments