Kampung Literasi : Memberdayakan Masyarakat Melalui Literasi


Pertama kali saya tahu kalau di Sidoarjo ada Kampung Literasi, saya langsung happy banget. Saya pun tertarik untuk mengunjungi kampung tersebut, lalu mengutarakan keinginan saya ke Dana. Singkat cerita, akhirnya tanggal 14 April saya main ke Kampung Literasi dan menemui Pak Suroto selaku inisiator dari Kampung Literasi.

Talkshow dan peresmian Kampung Literasi

Kampung Literasi ini berada di RT 01 RW 01, Desa Tebel, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Salah satu brand yang ada disana adalah Bendo Macrame.

Photo by me, 2019
Bertepatan dengan Hari Buku Internasional (23 April 2019), Kampung Literasi telah diresmikan oleh Ibu Wakil Gubernur Jawa Timur, Arumi Bashin dan juga oleh Olga Lidya. Acaranya meriah sekali, melihat antusiasme orang kampung setempat, membuat saya merasa lebih bersemangat. Memang ya pergerakan grass root ini sangat luar biasa. Karena mereka menjadi bagian dari tonggak kemajuan negeri ini. Sehingga jangan pernah diremehkan.

Selain itu, keberadaan kampung yang menggemakan literasi saya rasa penting banget ya. Apalagi pergerakannya berada pada tataran grass root. Karena kita tahu sendiri lah kalau tingkat literasi di Indonesia masih belum bagus banget. Sehingga dengan semakin meluasnya komunitas yang bergerak dibidang literasi untuk arus bawah diharapkan juga dapat semakin meningkatkan literasi masyarakat.

Awal Mula
Hampir sama seperti kebanyakan kampung yang sudah ter-branding, Kampung Literasi berawal dari kesadaran Pak Suroto beserta istri untuk menciptakan lingkungan yang asri. Awal mulanya Pak Suroto membersihkan sampah-sampah di kali tepat depan rumahnya. Tidak sedikit yang underestimate dengan tindakan Pak Suroto tersebut. Namun beliau tetap melakukannya. Sampai akhirnya banyak warga yang ikut serta dalam usaha perbaikan kampung tersebut.

Usaha yang dirintis oleh Pak Suroto ini sudah berjalan sejak lama. Akan tetapi kampung tersebut benar-benar mulai menunjukkan dirinya dihadapan publik adalah baru-baru ini, sejak ter-branding sebagai Kampung Literasi.

Nah, Kampung Literasi ini sendiri lahir karena adanya kolaborasi kreatif antara Pak Suroto dengan founder Bait Kata Library, Ibu Iffa dan suami. Bait Kata Library adalah sebuah private library yang terletak di Mega Larangan Asri, Candi, Sidoarjo. Kebetulan dulu saya sering nongkrong baca buku di spot Bait Kata di Alun-alun Sidoarjo. Hihi.

Semenjak masyarakat setempat mulai ikutserta dalam perbaikan kampung, potensi masyarakat setempat semakin terlihat. Potensi-potensi tersebut misalnya adanya warga yang bisa melukis, sehingga mereka diberdayakan untuk membuat mural. Lalu ada juga masyarakat setempat yang memiliki potensi membuat macrame dan banyak lagi lainnya.

Masyarakat setempat yang sedang membuat mural

Lalu, ada apa saja dan bisa belajar apa aja nih di Kampung Literasi? Bhaique, dilanjut ya bacanya. Cikidoott..

Perpustakaan Utama dan Micro Library
Perpustakaan di Kampung Literasi

Point of interest dari Kampung Literasi ini adalah perpustakannya. Perpustakaan tersebut terletak tepat disamping rumah Pak Suroto. Yang menarik dari perpustakaan ini adalah material yang digunakan yaitu bambu. Sehingga membuat suasana di perpustakaan tersebut menjadi lebih adem dan syahdu. Ditambah lagi ada banyak tanaman hijau disekitar perpustakaan. Sejuk euy!

Tepat disebelah kali dekat perpustakaan disediakan tempat duduk. Tempatnya tuh asik banget, teduh, syahdu, pokoknya asiklah kalau duduk sambil baca buku disitu.

Di beberapa titik di RT 01, Kampung Literasi, terdapat Micro Library yang disingkat dengan Mili. Menurut Pak Suroto, konsep dari mili ini seperti perpustakaan kejujuran. Siapapun boleh membaca buku yang tersedia di mili, tanpa harus mengisi data peminjaman terlebih dahulu. Yang penting bukunya jangan sampai hilang dan harus dikembalikan. Sekalian buat latihan untuk jujur 😘 Kece banget kaan 😍 Lagian seseorang yang cinta buku nggak mungkin mencuri buku. Yeeekaaaann pemirsa yang budiman?!

Micro library

Di beberapa mili juga disediakan tempat duduk-duduk untuk membaca. Kata Pak Suroto nih, kayu yang dipakai untuk bikin kursi adalah hasil tanam jati di kampung tersebut. Kece banget kan 😍

Ada lagi yang nggak kalah unik, yaitu salah satu mili yang diletakkan tepat disebelah kuburan. Hihi. Tapi kuburannya nggak serem kok. Dinding luar kuburan terdapat mural yang bikin suasana disitu jadi nggak serem. So, bisa enjoy deh baca bukunya. Sembari baca buku, sambil kontemplasi dan berdialektika. Haha

Pusat Literasi Tanaman
Tempat budidaya lele dan tanaman

Sejujurnya saya lupa nama area ini. Yang pasti ada salah satu area di Kampung Literasi yang digunakan sebagai tempat budidaya lele dan juga tanaman. Nah disitu kita bisa belajar cara membudidayakan lele dan juga tanaman. Salah satu produk unggulan dari Kampung Literasi adalah minuman dari aloe vera. Rencananya, ibu-ibu setempat juga akan membuat kue dari aloe vera. Kece banget 😍

By the way, minuman aloe veranya menurut saya sih enak. Seger banget dan nggak manis banget. Harganya juga murah, 5000/botol.

Mainan Tradisional
Mainan tradisional

Kampung Literasi juga menyediakan beragam mainan tradisional. Ide ini berangkat dari semakin ditinggalkannya mainan tradisional akibat menjamurnya penggunaan gagdet bahkan oleh anak-anak. Padahal mainan tradisional ini penting banget ya, salah satunya adalah untuk kohesivitas sosial, terutama bagi anak-anak.

Kebetulan saat saya dan Dana berkunjung ke Kampung Literasi, ada seorang ibu yang datang dengan anaknya untuk bermain dakon. Wah, asik ya. Berarti di kampung tersebut nggak hanya baca buku saja. Tapi juga bisa sambilan bermain.


Bermain dakon

Komposter
Komposter giling
Pada saat saya berkunjung, Pak Suroto menunjukkan beberapa komposter giling di Kampung Literasi. Saya sih nggak tanya banyak mekanisme penggunaannya. Selain itu juga sepertinya waktu itu belum sepenuhnya digunakan. Namun Pak Suroto mengatakan bahwa beliau mengajak masyarakat setempat untuk pelan-pelan memulai mengelola sampah rumah tangganya sendiri.

Selain itu juga ada rencana untuk mengajak warung-warung di Kampung Literasi untuk perlahan meninggalkan kantong plastik. Usaha kece ini lebih dikenal dengan istilah zero waste atau bisa juga less waste.

Mural Sebagai Edukasi Literasi
Mural

Di banyak dinding di Kampung Literasi terdapat mural-mural yang dibuat oleh masyarakat setempat. Mural tersebut nggak hanya sekedar gambar, namun juga quote-quote dan sebait puisi yang -insyaa Allah- menggetarkan jiwa yang membaca. Heuheu

Pelatihan Marcame
Macrame karya Pak suroto
Pak Suroto dan Bu Suroto memiliki sebuah brand bernama Bendo Macrame. Ternyata beliau berdua tidak hanya sekedar memproduksi, namun juga memberikan pelatihan secara gratis pada hari Sabtu dan Minggu. Peserta pelatihan hanya perlu membayar bahan yang digunakan saja.

Menyulap Handuk Bekas Menjadi Pot Bunga
Pot dari handuk bekas

Nah ini dia juga nggak kalah kecenya, yaitu menyulap handuk bekas menjadi pot bunga. So, handuk bekas nggak melulu dibuat menjadi keset. Tapi juga bisa dimanfaatkan menjadi hiasan di taman dalam bentuk pot. Disana bisa belajar cara bikinnya, kalau pas ketepatan bapaknya bikin sih. Haha

Saya rasa masih banyak hal yang bisa kita pelajari di Kampung Literasi ini yang belum bisa saya sebutkan. Kalau dipikir-pikir, semua kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat di Kampung Literasi pasti berkaitan dengan literasi. Ya misalkan pembudidayaan aloe vera. Bagaimana caranya seseorang bisa membudidayakan aloe vera dengan kualitas yang bagus kalau bukan dengan cara mencari sumber referensi terkait?! Sehingga dapat dipastikan bahwa tiap aspek kehidupan ini membutuhkan kemampuan literasi.

Kemudian selain kegiatan yang sudah ada saat ini, Pak Suroto dan tim juga sudah mulai membuat konsep untuk keberlanjutan Kampung Literasi guna peningkatan kualitas kampung dan kesejahteraan perekonomian masyarakat setempat.

Pak Suroto juga berencana untuk menjadikan Kampung Literasi sebagai tempat wisata. Sehingga saat ini Pak Suroto dan masyarakat setempat tengah berupaya secara perlahan namun pasti untuk menyediakan sarana dan prasarananya.

Saya tuh selalu salut dengan pergerakan masyarakat dalam menciptakan perubahan dan kemajuan. Saya merasakan hal ini semenjak sering survey ke kampung-kampung sejak jaman kuliah dulu. Semangat grass root dalam menciptakan perubahan menuju arah positif tuh nggak pernah nanggung. Selalu total. Sehingga kita tidak boleh meremehkan masyarakat kampung. Justru mereka harus disemangati, karena akar orang Indonesia ya ada di masyarkat kampung. Baik masyarakat kampung di perkotaan, di pedesaan maupun di pedalaman.

Kampung Literasi ini menjadi salah satu dari sekian banyak contoh perjuangan grass root dalam usaha perubahan positif. Apalagi perihal literasi ini penting banget untuk ditularkan. Karena jaman telah berubah dan kita juga perlu untuk memperluas dan memperdalam wawasan kita dalam berkehidupan, salah satu jalannya ya via literasi.

So, pingin jalan-jalan ke tempat yang edukatif? Atau butuh tempat yang asoy buat mengerjakan tugas? Atau lagi bingung nyari lokasi penelitian? Bisa lah langsung cuss ke Kampung Literasi. 😍 Masak mau ke emol mulu, Esmeralda πŸ˜‚



Post a Comment

12 Comments

  1. Wahh.. kampung literasi ini unik dan bagus ya. Memberdayakan seni dan juga untuk menumbuhkan minat baca masyarakat.
    apalagi ada beberapa permainan tradisional yang disediakan,
    jadi bisa lepas dari gadget selama beberapa saat nih kalau main kesini.
    keren euy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Keren banget. Aku aja betah disana. Haha

      Delete
  2. Waaah mbaak jd pengeen main ke kampung literasi, semuanyaa serba menarik. Pengen belajar bikin bendo marcame jugaa, dulu pernah bikin pas kecil diajarin sama om. Bisa buat gantung tanaman hias di rumah. Menarikk juga ada pot dari handuk bekas. super kreatiffff, salut deh wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kece banget sejak kecil udah belajar macrame. Kuy mbak kapan2 kemari. Hhi

      Delete
  3. Menarik. Pengen suatu saat bisa mampir di kampung literasi. Lihat anak-anak bermain dakon mengaingatkanku pada masa kecil. Salut dengan kreativitas Pak Suroto dan tim. Semoga terus berkelanjutan ya.

    ReplyDelete
  4. Uapiiik pol, mbaaa
    Ini kalo dari Surabaya, ancer2nya ke mana ya?
    Apanya puri suryajaya?
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dari Surabaya setelahnya Puri Surya mbak. Bisa masuk lewat jalan yang ada tulisan perumahan Jivana itu lho. Hehe

      Delete
  5. wah seru ya ada kampung literasi... semoga menginspirasi kota dan kampung lainnya..

    ReplyDelete
  6. Wuaaah.. keceee bangeet... jadi gak sabar pengen main ke sana ����

    Penasaran juga ama minuman aloe vera itu yang gimana? Dari lidah buaya dibikin minuman mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuukk ntar main bareng. Hhi

      Iya mbak dari lidah buaya. Nggak getir kok. Enaaakk

      Delete

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini. Semoga mendapatkan manfaat. Barakallahu 😊