Si Mpus

Well, hari ini saya mau bercerita hal yang nggak penting-penting amat. Sama seperti tulisan-tulisan sebelumnya 😆 Saya ingin menceritakan tentang si Mpus, kucing yang sering main ke kontrakan.

Dulu,saat awal-awal ngontrak disini, si Mpus masih malu-malu. Kalau diberi makan ikan, dia nunggu kami masuk rumah dulu baru dia makan ikannya. Lama-kelamaan, dia sudah tidak tahu malu lagi. Tiap subuh dia sudah nangkring di depan pintu untuk minta makan. Kemudian, dia minta lebih dari sekedar makan yaitu minta dielus. Aih, dasar kucing. Ternyata dia bisa merasa jablay juga. Wkwk

Mpus dan anaknya

Hal yang paling bikin sebel dari si Mpus adalah pernah suatu hari kami belikan dia whiskas. Eeh, dia nggak mau makan dong. Kupikir si Mpus bakalan suka sama makanan kayak gitu. Tapi ternyata tidak. Ya sudah kubiarkan kucing lain yang memakan makanan kucing tersebut. Aih si Mpus, dia nggak tahu namanya makanan enak.

Beberapa hari lalu, saya dan Dana baru tahu kalau dia punya anak setelah dia membawa 3 orang anaknya. Teras rumah jadi tambah ramai. Tapi si Mpus tidak selalu membawa anaknya ke rumah.

Pernah suatu kali saya bilang ke si Mpus kalau saya sedang tidak punya ikan. Doi langsung pergi dan kembali ke kontrakan dengan membawa tiga anaknya. Kalau sudah gitu, kan saya jadi nggak tega. Untungnya ibu melijo masih buka. Saya langsung beli ikan pindang buat si Mpus dan anak-anaknya. Pintar doi, selalu tahu cara bikin manusia luluh. Wkkwkk.

Beberapa hari ini, si Mpus nggak hanya membawa anak-anaknya. Tapi dia juga membawa teman-temannya. Kami menyebutnya si Gombloh untuk kucing putih gendut, si blacky untuk kucing hitam garis-garis, si browny untuk kucing warna coklat.

Blacky

Tadi pagi, si Mpus datang bersama anak-anaknya dan teman-temannya. Tap saya bilang kalau tidak ada ikan. Lalu si Mpus pergi dengan raut kesal. Kemudian ingin mencakar si Gombloh. Entahlah, doi kok kayak cewek lagi PMS. Wkwk.

Bapak kucing

Weeww, sekarang teras rumah kami tambah ruamai berkat kehadiran para kucing.

Post a Comment

0 Comments